BOGOR.POJOKSATU.id - Angka pengangguran di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Februari 2026, jumlah pengangguran tercatat mencapai 7,24 juta orang.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengajak generasi muda untuk mulai mengubah pola pikir dalam menghadapi dunia kerja saat ini.
Ia menilai anak muda tidak hanya harus berorientasi sebagai pencari kerja atau job seeker, tetapi juga perlu berani menjadi pencipta lapangan kerja atau job creator.
Menurut Afriansyah, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih dipengaruhi tingginya sektor informal dan belum selarasnya kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri.
Akibatnya, proses penyerapan tenaga kerja belum berjalan secara optimal. Banyak lulusan yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kemampuan yang dimiliki belum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Di tengah situasi tersebut, generasi muda disebut memiliki peluang besar untuk menciptakan solusi baru melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Perkembangan teknologi dinilai membuka banyak peluang ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan, mulai dari bisnis digital, ekonomi kreatif, hingga usaha berbasis media sosial dan platform daring.
Afriansyah menegaskan bahwa perubahan pola pikir menjadi langkah penting agar anak muda mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berubah.
Selain mampu menciptakan peluang usaha bagi diri sendiri, generasi muda juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah berharap peningkatan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi dapat menjadi modal utama bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Indonesia.***



