BOGOR.POJOKSATU.id - Permata Sari, pemilik akun Instagram @diianpermataa, menyampaikan kekecewaan mendalam melalui unggahan story miliknya.

Dian, yang selama beberapa hari terakhir membuka donasi untuk korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyebut bahwa ia telah berhasil mengumpulkan dana hingga ratusan juta rupiah dari para donatur.

Tidak hanya menggalang dana, Dian bersama timnya langsung turun ke lokasi banjir untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Dalam tiga hari, mereka berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang belum tercover.

Namun, pengalaman kurang menyenangkan dialami timnya ketika mereka mendapat telepon dari seseorang yang mengklaim sebagai oknum Dinas Sosial (Dinsos) Langkat.

Orang tersebut meminta agar seluruh bantuan yang telah dihimpun Dian diserahkan ke kantor dinas, dengan alasan pendistribusiannya akan dilakukan oleh pihak Dinsos.

Dian merasa permintaan tersebut janggal dan mengindikasikan adanya upaya untuk mengklaim bantuan yang sebenarnya berasal dari donasi masyarakat.

Dalam unggahan story-nya, Dian menyampaikan kronologi tersebut dengan nada kecewa.

"Teman-teman, aku mau cerita. Baru saja tim aku ditelepon. Karena aku memang mencantumkan nomor tim untuk mendata daerah yang belum terjangkau, insya Allah kami akan datangi satu per satu."

"Tapi tiba-tiba ada orang Dinsos Langkat yang hubungi tim aku. Katanya, ‘Mbak, seluruh bantuannya drop saja ke kantor kami, nanti kami yang bagikan,’" tuturnya.

Dian juga menegaskan bahwa ia dan tim akan tetap menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga, sesuai amanah para donatur.

Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian publik, terutama agar proses bantuan kemanusiaan dapat berjalan transparan dan tanpa intervensi pihak yang tidak bertanggung jawab. ***