BOGOR.POJOKSATU.id - Fenomena Supermoon kembali akan menghiasi langit pada awal Desember 2025, menjadi penutup rangkaian bulan purnama terbesar yang terjadi sepanjang tahun ini.

Berdasarkan laporan EarthSky, Supermoon tersebut akan terjadi pada 5 Desember 2025, ketika jarak Bulan dari Bumi mencapai titik terdekatnya, yakni sekitar 357.219 kilometer atau 221.965 mil.

Supermoon yang akan datang ini merupakan yang terakhir dalam kalender astronomi 2025. Meski fenomenanya sudah beberapa kali muncul tahun ini, puncak Supermoon kali ini akan menjadi momen penutup sebelum memasuki siklus baru pada tahun berikutnya.

Mengutip Time and Date yang merujuk pada data NASA, fase puncak Supermoon diperkirakan terjadi pada 4 Desember 2025 pukul 23.14 UTC, atau Jumat, 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB.

Untuk masyarakat Indonesia, fenomena ini dapat diamati menjelang pagi hari, dengan catatan kondisi atmosfer cerah dan tidak tertutup awan.

Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Supermoon terjadi ketika Bulan berada pada posisi paling dekat dengan Bumi saat fase purnama.

Hal ini menyebabkan ukuran Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasanya. Namun di balik keindahannya, fenomena ini juga membawa dampak yang perlu diwaspadai.

“Ketika terjadi Supermoon, pasang maksimum—hasil kombinasi gaya gravitasi Bulan dan Matahari—menjadi lebih tinggi dibandingkan saat purnama normal,” ujar Thomas.

Peringatan serupa juga disampaikan BMKG. Fenomena Supermoon kerap memicu kenaikan permukaan air laut, sehingga berpotensi menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir.

Pada kejadian Supermoon sebelumnya, termasuk yang terjadi pada Oktober 2025, BMKG mencatat beberapa daerah pesisir mengalami banjir rob akibat tekanan gravitasi yang meningkat.

Dengan kembali terjadinya Supermoon, masyarakat di wilayah pesisir Indonesia diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan naiknya air laut maksimum.

Meski aman untuk diamati, fenomena ini tetap perlu menjadi perhatian khusus terutama bagi masyarakat yang tinggal di area rentan rob.

Fenomena Supermoon 5 Desember mendatang tidak hanya menjadi penutup tahun bagi para pengamat langit, tetapi juga pengingat bahwa interaksi alam semesta kerap membawa konsekuensi nyata bagi kehidupan di Bumi. ***