BOGOR.POJOKSATU.id - Langit Indonesia diprediksi akan dihiasi fenomena bulan purnama pada 1 hingga 2 April 2026. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Pink Moon, yang kerap menarik perhatian karena namanya yang unik.
Meski terdengar seperti bulan berwarna merah muda, faktanya Pink Moon tidak mengubah warna Bulan menjadi pink. Fenomena ini tetap menampilkan Bulan seperti biasa, hanya saja muncul dalam fase purnama penuh.
Istilah Pink Moon sendiri berasal dari tradisi suku asli Amerika, khususnya suku Algonquin.
Penamaan ini berkaitan dengan musim semi di wilayah mereka, yang ditandai dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda bernama Phlox subulata.
Fenomena ini bukan peristiwa langka, karena terjadi setiap tahun saat bulan purnama di bulan April.
Namun, tetap menjadi momen menarik untuk diamati karena bertepatan dengan perubahan musim di belahan bumi utara.
Di Indonesia, Pink Moon dapat disaksikan secara langsung tanpa alat bantu khusus.
Masyarakat cukup mencari lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya agar tampilan Bulan terlihat lebih jelas dan optimal.
Dengan kondisi cuaca yang mendukung, fenomena ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus mengenal lebih jauh tentang fenomena astronomi yang terjadi secara alami.***



