BOGOR.POJOKSATU.id - Tahun 2026 menjadi tahun yang menarik bagi pengamat langit karena akan terjadi 13 kali Bulan Purnama sepanjang tahun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun pada umumnya yang hanya mengalami 12 kali purnama.

Fenomena tersebut terjadi akibat siklus Bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari, sehingga pada kondisi tertentu satu bulan kalender dapat mengalami dua kali Bulan Purnama.

Setiap Bulan Purnama memiliki nama khusus yang berasal dari tradisi masyarakat agraris di Amerika Utara. Penamaan ini berkaitan dengan perubahan musim, kondisi alam, serta aktivitas manusia pada masa lampau.

Meski bersifat tradisional, nama-nama tersebut hingga kini masih digunakan secara luas dalam literatur astronomi populer.

Pada awal tahun, Bulan Purnama pertama jatuh pada 3 Januari 2026 dan dikenal sebagai Wolf Moon. Nama ini merujuk pada kebiasaan serigala yang sering melolong di musim dingin.

Selanjutnya, 1 Februari 2026 muncul Snow Moon, yang menandai puncak musim dingin dengan curah salju tinggi. Memasuki 3 Maret 2026, Worm Moon menjadi pertanda tanah mulai mencair dan kehidupan musim semi perlahan muncul.

Di bulan April, 2 April 2026 hadir Pink Moon, dinamai dari bunga liar berwarna merah muda yang bermekaran.

Bulan Mei menjadi bulan istimewa karena mengalami dua kali purnama, yakni 1 Mei 2026 dengan Flower Moon dan 31 Mei 2026 dengan Blue Moon. Blue Moon sendiri merupakan istilah untuk Bulan Purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Pada pertengahan tahun, 30 Juni 2026 terjadi Strawberry Moon yang berkaitan dengan musim panen stroberi.

Kemudian 29 Juli 2026 dikenal sebagai Buck Moon, menandai masa rusa jantan mulai menumbuhkan tanduk baru. Di bulan Agustus, 28 Agustus 2026 hadir Sturgeon Moon, yang diambil dari nama ikan sturgeon yang melimpah pada periode tersebut.

Memasuki musim gugur, 26 September 2026 muncul Harvest Moon, Bulan Purnama yang membantu petani memanen hasil pertanian hingga malam hari.

Lalu 26 Oktober 2026 dikenal sebagai Hunter’s Moon, menandai dimulainya musim berburu. Pada 24 November 2026, Beaver Moon menjadi simbol persiapan hewan dan manusia menghadapi musim dingin.

Rangkaian Bulan Purnama 2026 ditutup pada 24 Desember 2026 dengan Cold Moon, yang menggambarkan periode terdingin dalam setahun.

Fenomena 13 Bulan Purnama ini menjadi pengingat bahwa pergerakan Bulan tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga sarat makna budaya dan sejarah.

Bagi masyarakat, momen ini dapat dimanfaatkan untuk edukasi astronomi, pengamatan langit malam, hingga sekadar menikmati keindahan alam.

Tahun 2026 pun menjadi kesempatan istimewa untuk kembali menengadah ke langit dan menyadari keteraturan semesta yang terus berlangsung dari waktu ke waktu. ***