POJOKBOGOR.id - Gurih, wangi, dan bikin kenyangnya nasi uduk memang sulit ditolak, apalagi saat pagi hari.
Kuliner khas Betawi ini jadi andalan banyak orang karena rasanya mantap dan harganya ramah kantong.
Tapi hati-hati, terlalu sering menyantap nasi uduk justru bisa jadi bumerang buat kesehatan.
Sejumlah dokter spesialis gizi mengingatkan, konsumsi nasi uduk setiap hari dalam jangka panjang berisiko memicu berbagai masalah kesehatan.
Apalagi kebiasaan orang Indonesia yang makan nasi sampai “sepiring penuh muncung” yang bisa membuat asupan kalori kerap kebablasan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut bahaya makan nasi uduk setiap hari.
1. Kolesterol Bisa Ikut Naik
Santan yang jadi ciri khas nasi uduk mengandung lemak jenuh tinggi.
Dalam sekitar 300 ml santan, hampir 90 persennya adalah lemak jenuh yang melewati batas konsumsi harian yang dianjurkan.
Jadi kalau sering-sering, kolesterol bisa diam-diam melonjak.
2. Berat Badan Mudah Melonjak
Satu porsi nasi uduk tanpa lauk sudah mengandung sekitar 150 kalori.
Begitu ditambah ayam goreng, telur, tempe orek, atau bihun, angkanya bisa tembus 250 kalori atau lebih.
Rasa gurihnya juga bikin nafsu makan susah direm dan akibatnya diet pun bisa cuma rencana.
3. Gula Darah Lebih Cepat Naik
Nasi putih sebagai bahan utama nasi uduk memiliki indeks glikemik cukup tinggi, sekitar 64.
Angka ini lebih tinggi dibanding beras merah.
Artinya, gula darah lebih cepat naik dan jika terjadi terus-menerus, risiko diabetes tipe 2 bisa meningkat.
4. Bisa Bikin Perut “Drama”
Kombinasi nasi dan santan ternyata tak selalu ramah pencernaan.
Kandungan serat dan lemak pada santan dapat meningkatkan gas di perut dan memengaruhi tekstur tinja.
Akibatnya, diare bisa muncul kalau nasi uduk jadi menu harian.
5. Usus Kehilangan Teman Baiknya
Lauk pendamping nasi uduk identik dengan makanan berminyak.
Menurut Healthline, konsumsi makanan berminyak berlebihan dapat mengganggu mikrobioma usus atau mikroorganisme baik yang berperan penting dalam pencernaan dan daya tahan tubuh.
6. Jerawat Ikut Nimbrung
Lonjakan gula darah dari makanan berlemak dan berindeks glikemik tinggi dapat memicu inflamasi dan produksi sebum berlebih.
Kombinasi ini jadi resep klasik munculnya jerawat, terutama bagi yang kulitnya sensitif.
Intinya, nasi uduk bukan musuh, asal tidak dijadikan menu wajib setiap hari.
Variasikan makanan dengan sayur, buah, dan sumber protein yang lebih seimbang.




