BOGOR.POJOKSATU.id - Kondisi kesehatan mental remaja di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah muncul hasil riset terbaru yang mengungkap angka cukup mengkhawatirkan.

Studi bertajuk Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang dirilis pada 20 Oktober 2023 mengungkap gambaran nyata tentang kondisi psikologis generasi muda di Tanah Air.

Penelitian ini merupakan kolaborasi antara University of Queensland, Australia, dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Amerika Serikat.

Studi tersebut dilakukan untuk menutup kekosongan data terkait kesehatan mental remaja yang selama ini masih terbatas di Indonesia.

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 20 remaja di Indonesia mengalami gangguan mental. Jika dipersentasekan, angka tersebut setara dengan sekitar 5,5 persen dari total populasi remaja.

Dengan angka tersebut, diperkirakan ada sekitar 2,45 juta remaja di Indonesia yang masuk dalam kategori Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), berdasarkan standar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

“Sekitar 1 dari 20 remaja di Indonesia teridentifikasi mengalami gangguan mental berdasarkan kriteria DSM-5,” demikian hasil temuan dalam studi tersebut.

Dari berbagai jenis gangguan yang diteliti, gangguan kecemasan atau anxiety disorder menjadi yang paling dominan dialami oleh remaja usia 10 hingga 17 tahun, dengan prevalensi mencapai 3,7 persen.

Selain itu, gangguan depresi mayor tercatat dialami oleh sekitar 1 persen remaja. Sementara gangguan perilaku menyusul dengan angka 0,9 persen.

Adapun gangguan lain seperti stres pascatrauma (PTSD) dan gangguan pemusatan perhatian serta hiperaktivitas (ADHD) masing-masing memiliki prevalensi sekitar 0,5 persen pada kelompok usia tersebut.

Temuan ini menjadi peringatan penting bahwa isu kesehatan mental remaja tidak bisa lagi dianggap sepele.

Dengan jumlah yang mencapai jutaan, diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah untuk menghadirkan sistem dukungan yang lebih kuat.

Riset ini sekaligus menegaskan bahwa kesehatan mental adalah bagian krusial dari pembangunan sumber daya manusia, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan bangsa. ***