BOGOR.POJOKSATU.id - Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali terjadi. Seorang guru di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi korban penganiayaan oleh siswanya sendiri.
Korban diketahui bernama Arpan Lisman (28). Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026, dan dipicu oleh teguran terhadap siswa yang kedapatan membolos saat jam pelajaran berlangsung.
Akibat insiden itu, Arpan mengalami luka robek di bagian alis kanan serta memar di sekitar mata setelah dipukul oleh seorang siswa berinisial MY (16).
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa bermula ketika Arpan melakukan pengecekan kehadiran di dalam kelas. Saat itu, ia hanya menemukan satu siswa yang hadir, sementara sebagian besar siswa lainnya tidak berada di ruang belajar.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Arpan kemudian mencari keberadaan siswa yang bolos ke area sekitar sekolah. Ia mendapati sejumlah siswa berkumpul di dekat kantor sekolah dan meminta mereka untuk segera kembali mengikuti pelajaran.
Namun, saat ditegur, para siswa tersebut justru melarikan diri dan menyisakan MY yang tertinggal.
Ketika berada di depan kelas, Arpan disebut sempat menegur MY dengan sentuhan ringan berupa tendangan kecil ke arah pantat sebagai bentuk peringatan.
Sekitar 20 menit kemudian, situasi kembali memanas. Saat Arpan sedang duduk di depan kantor sekolah, MY mendatanginya sambil berteriak dengan nada kasar dan menantang berkelahi.
Karena tidak mendapat respons, MY langsung melayangkan beberapa pukulan ke arah wajah Arpan.
Pukulan tersebut menyebabkan Arpan mengalami luka fisik yang cukup serius hingga memerlukan penanganan medis.
Kasus penganiayaan guru oleh siswa ini menambah daftar kekerasan di lingkungan sekolah dan kembali memicu keprihatinan terhadap keselamatan tenaga pendidik saat menjalankan tugasnya. ***



