BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menjadi sorotan sejumlah media dan pengamat internasional.

Program tersebut disebut membutuhkan anggaran sangat besar setiap tahunnya, bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran karena penerimaan pajak negara dinilai belum tumbuh sesuai target pemerintah, sementara risiko pelebaran defisit fiskal terus menjadi perhatian.

Sorotan tidak hanya datang dari sisi anggaran negara. Sejumlah pengamat luar negeri juga mulai memperhatikan arah politik pemerintahan Prabowo yang dianggap semakin terpusat.

Dominasi koalisi pemerintah di parlemen, meluasnya keterlibatan unsur militer dalam sektor sipil, hingga meningkatnya pengaruh negara dalam berbagai kebijakan ekonomi menjadi isu yang ikut diperbincangkan.

Beberapa analis internasional menilai kombinasi kebijakan tersebut dapat memunculkan ketidakpastian pasar dalam jangka panjang.

Mereka khawatir mekanisme pengawasan demokrasi menjadi melemah ketika kekuatan politik terlalu terkonsentrasi dalam satu kubu pemerintahan.

Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait iklim investasi di Indonesia. Investor asing disebut cenderung sensitif terhadap stabilitas hukum, independensi kebijakan ekonomi, serta kepastian regulasi dalam menjalankan bisnis.

Jika berbagai kekhawatiran itu tidak mampu dijawab pemerintah dengan transparansi dan hasil nyata di lapangan, sejumlah pengamat menilai persepsi global terhadap ekonomi Indonesia bisa ikut terdampak.

Meski demikian, pendukung pemerintah beranggapan program-program besar tersebut merupakan langkah agresif untuk mempercepat pemerataan ekonomi, memperkuat desa, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Menurut kalian, apakah kebijakan besar-besaran pemerintah saat ini memang terlalu boros, atau justru menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia? ***