BOGOR.POJOKSATU.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah pada 2026 dengan dukungan anggaran mencapai Rp335 triliun.

Program ini dirancang untuk menjangkau puluhan juta masyarakat dan menjadi instrumen negara dalam memerangi kekurangan gizi serta stunting.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa meskipun pelaksanaan MBG sejauh ini menunjukkan hasil yang sangat baik, pemerintah tidak boleh lengah.

“Kita tidak boleh cepat puas. Target kita adalah zero defect,” tegas Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 55 juta orang, dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan yang diklaim hampir sempurna.

Menurut Prabowo, lahirnya program MBG didasari oleh kondisi nyata di lapangan, di mana satu dari lima anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi.

Situasi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang harus diatasi secara sistematis dan berkelanjutan.

“Negara wajib hadir untuk mengatasi kelaparan dan mencegah stunting demi masa depan generasi bangsa,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan bahwa Presiden telah menginstruksikan Badan Gizi Nasional agar memperketat pengawasan serta prosedur pelaksanaan MBG, menyusul evaluasi atas beberapa kejadian di akhir 2025.

Dengan anggaran yang sangat besar dan cakupan nasional, pemerintah menargetkan MBG tidak hanya menjadi program bantuan pangan.

Tetapi juga fondasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia. ***