BOGOR.POJOKSATU.id - Sorotan publik tertuju pada daftar belanja Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai tidak sepenuhnya berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Sejumlah pengadaan justru memuat item di luar kebutuhan utama program tersebut, dengan nilai anggaran yang fantastis.
Berdasarkan data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui sistem inaproc, total anggaran yang tercatat mencapai Rp6,31 triliun dalam 1.091 paket pengadaan pada tahun anggaran 2025.
Dalam rincian tersebut, terdapat berbagai item seperti motor listrik, laptop, hingga tablet yang dikaitkan dengan kegiatan tertentu.
Selain itu, sejumlah pengadaan lain juga mencakup jasa event organizer (EO), pakaian dinas, sweater, handuk, celana, sepatu, topi, ikat pinggang, kaos dalam, ransel, hingga perlengkapan seperti semir sepatu.
“Data ini berasal dari hasil pelacakan realisasi pengadaan BGN tahun 2025 yang tercatat di sistem inaproc,” demikian keterangan sumber yang mengacu pada data resmi pengadaan pemerintah.
Banyaknya jenis barang yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan program MBG memunculkan pertanyaan di kalangan publik terkait efektivitas dan prioritas penggunaan anggaran.
Meski demikian, data tersebut menunjukkan bahwa pengadaan dilakukan dalam skala besar dan mencakup berbagai kebutuhan operasional yang mungkin terkait dengan program secara tidak langsung.
Isu ini pun diperkirakan akan terus menjadi perhatian, terutama dalam konteks transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.***



