POJOKBOGOR.ID - Kabar gembira bagi warga Bogor dan sekitarnya yang ingin pulang kampung tanpa biaya.

PO MGI Maya Gapura Inten bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) menggelar program mudik gratis rute Bogor–Bandung pada pertengahan Maret 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mengurangi beban biaya transportasi menjelang Lebaran, sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi demi mengurangi kepadatan lalu lintas.

Rute yang disiapkan adalah keberangkatan dari Terminal Cileungsi, Bogor menuju Terminal Leuwipanjang, Bandung.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Dijamin Lancar! ASDP Siapkan 75 Kapal dan 1,5 Juta Tiket Merak-Bakauheni

Titik ini dipilih karena menjadi simpul transportasi penting bagi warga Kabupaten Bogor bagian timur yang hendak menuju wilayah Bandung dan sekitarnya.

Berdasarkan jadwal resmi, keberangkatan akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 13, 14, dan 15 Maret 2026.

Pada tanggal 13 Maret, sebanyak tiga unit bus disiapkan dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

Sementara pada 14 dan 15 Maret, masing-masing dua unit bus akan diberangkatkan mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Baca Juga: Ini Dia Rest Area Favorit Pemudik Tiap Tahun, Fasilitasnya Lengkap Bak Mall!

Artinya, total ada lima unit bus yang akan mengangkut pemudik secara gratis dalam program kolaborasi ini.

Dishub Jabar menegaskan, program mudik gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani ongkos perjalanan.

Selain itu, penggunaan bus juga dinilai lebih aman dan efisien dibanding kendaraan roda dua untuk perjalanan jarak menengah.

PO MGI sebagai operator transportasi yang berpengalaman di jalur Jawa Barat memastikan seluruh armada yang digunakan dalam kondisi prima dan telah melalui pengecekan kelayakan jalan.

Faktor keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama.

Keberangkatan pagi hari dipilih agar perjalanan lebih lancar dan terhindar dari potensi kemacetan di siang hari.

Dengan jarak tempuh Bogor–Bandung yang bisa memakan waktu beberapa jam tergantung kondisi lalu lintas, keberangkatan lebih awal menjadi langkah strategis.

Baca Juga: Kasempatan Emas! Dua Sekolah Kedinasan Baru Siap Dibuka 2026, Lulus Langsung Jadi CPNS

Terminal Cileungsi sendiri merupakan titik strategis bagi warga Bogor timur, sementara Terminal Leuwipanjang dikenal sebagai salah satu terminal utama di Kota Bandung yang melayani berbagai rute antarkota.

Program mudik gratis ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran arus mudik serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini diimbau untuk memantau informasi resmi dari Dishub Jabar maupun PO MGI terkait mekanisme pendaftaran dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Biasanya, peserta diwajibkan membawa identitas diri serta bukti pendaftaran saat hari keberangkatan.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Kampung Sawah Resto Bogor Tawarkan Nongkrong Aesthetic di Tengah Sawah

Antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis setiap tahunnya cenderung tinggi.

Karena itu, calon peserta disarankan segera melakukan pendaftaran begitu dibuka agar tidak kehabisan kuota.

Selain membantu meringankan beban ekonomi, mudik gratis juga menjadi solusi transportasi yang lebih tertib dan terorganisir.

Pemerintah dapat memetakan jumlah pemudik secara lebih akurat, sementara operator bus dapat mengatur armada sesuai kebutuhan.

Dengan adanya lima unit bus yang disiapkan selama tiga hari, diharapkan ratusan warga dapat terfasilitasi untuk pulang ke Bandung dan sekitarnya dengan aman dan nyaman.

Bagi warga Bogor yang memiliki keluarga di Bandung, kesempatan ini tentu sayang untuk dilewatkan.

Pastikan mencatat tanggal keberangkatan dan datang lebih awal ke Terminal Cileungsi agar proses keberangkatan berjalan lancar.

Mudik bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga tentang kebersamaan dan tradisi yang selalu dinanti setiap tahun.

Melalui program ini, pemerintah daerah dan operator transportasi berupaya memastikan momen tersebut dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.***