POJOKBOGOR.ID - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) portabel semakin populer sebagai solusi listrik praktis dan ramah lingkungan.

Perangkat ini banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan luar ruangan, hingga mendukung operasional usaha kecil.

PLTS portabel menawarkan kemudahan karena tidak memerlukan instalasi permanen seperti panel surya atap.

Ukurannya ringkas, mudah dipindahkan, dan dapat langsung digunakan selama mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

Baca Juga: 7 Lokasi Ngabuburit Paling Favorit di Bogor, Nomor 3 Jadi Tempat Kenangan Warga Sejak Dulu

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja PLTS portabel dan siapa saja yang biasanya memanfaatkannya?

Cara Kerja PLTS Portabel

Secara umum, PLTS portabel bekerja dengan prinsip konversi energi matahari menjadi energi listrik.

Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu panel surya, charge controller, baterai penyimpanan, dan inverter.

Pertama, panel surya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik arus searah (DC).

Baca Juga: SKTP FEBRUARI 2026 KAPAN TERBIT? Ini Bocoran Pola Pencairan TPG Berdasarkan Rekam Jejak Bulan Sebelumnya dan Validasi Info GTK

Listrik DC ini kemudian dialirkan ke charge controller untuk mengatur tegangan dan arus agar pengisian baterai tetap stabil dan aman.

Selanjutnya, energi listrik disimpan dalam baterai yang biasanya menggunakan teknologi lithium atau gel.

Energi yang tersimpan inilah yang akan digunakan untuk menyalakan perangkat elektronik.

Jika perangkat membutuhkan arus bolak-balik (AC) seperti colokan listrik rumah, inverter akan mengubah listrik DC dari baterai menjadi AC sehingga dapat digunakan untuk berbagai peralatan.

Proses ini memungkinkan pengguna mendapatkan listrik meski tidak terhubung langsung dengan jaringan PLN.

Keunggulan PLTS Portabel

Salah satu keunggulan utama PLTS portabel adalah fleksibilitas.

Perangkat ini dapat dibawa ke mana saja dan digunakan di lokasi terpencil tanpa akses listrik.

Baca Juga: Jalan Terus, BGN Bakal Bagikan MBG Saat Lebaran Hingga Libur Lebaran Idul Fitri 2026

Selain itu, penggunaan energi matahari membuatnya lebih hemat biaya dalam jangka panjang dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi.

PLTS portabel juga relatif mudah digunakan. Sebagian besar produk sudah dirancang dengan sistem plug and play, sehingga pengguna cukup menghubungkan panel dan perangkat ke unit utama.

Siapa Saja yang Menggunakan PLTS Portabel?

PLTS portabel kini digunakan oleh berbagai kalangan, antara lain:

  1. Rumah Tangga

    Digunakan sebagai cadangan listrik saat terjadi pemadaman.

    Dapat menyalakan lampu, kipas, televisi, hingga mengisi daya ponsel.

    Kegiatan Outdoor dan Camping

    Para pecinta alam memanfaatkan PLTS portabel untuk menyalakan lampu tenda, kompor listrik kecil, atau mengisi daya perangkat komunikasi.

  2. Pelaku UMKM

    Pedagang kaki lima atau pelaku usaha kecil di lokasi terbuka sering menggunakan PLTS portabel untuk menyalakan mesin kasir, lampu, atau blender tanpa perlu sambungan listrik permanen.

  3. Wilayah Terpencil

    Di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, PLTS portabel menjadi solusi alternatif untuk kebutuhan dasar seperti penerangan dan pengisian daya perangkat.

  4. Situasi Darurat

    Saat terjadi bencana atau kondisi darurat, PLTS portabel bisa menjadi sumber listrik sementara untuk komunikasi dan penerangan.

Meski praktis, pengguna perlu memperhatikan kapasitas daya (watt), kapasitas baterai (Wh), serta jenis perangkat yang akan digunakan.

Tidak semua PLTS portabel mampu menyalakan peralatan berdaya besar seperti kulkas atau mesin air.

Selain itu, waktu pengisian daya sangat bergantung pada intensitas sinar matahari.

Pengguna disarankan menempatkan panel di area terbuka tanpa halangan.

Baca Juga: Resmi Diumumkan, Anak Panti Asuhan Jadi Prioritas Penerima KIP Kuliah 2026, Simak Penjelasannya

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan energi terbarukan, PLTS portabel menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan listrik.***