BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah mulai mendorong konsep Work From Mall (WFM) sebagai bagian dari kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Gagasan ini membuka peluang bagi pusat perbelanjaan atau mal untuk dimanfaatkan sebagai ruang kerja alternatif, sekaligus menjaga roda ekonomi tetap berputar.
Wacana tersebut disampaikan oleh Airlangga Hartarto, yang menilai mal memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas kerja di tengah tingginya mobilitas masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun.
Konsep Work From Mall memungkinkan pekerja menjalankan tugasnya dari pusat perbelanjaan dengan memanfaatkan fasilitas publik yang tersedia.
Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang fleksibel, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sektor ritel dan jasa.
Pemerintah melihat momen libur Natal dan Tahun Baru sebagai waktu yang tepat untuk mengakselerasi kebijakan ini.
Di periode tersebut, pergerakan masyarakat meningkat tajam, terutama karena libur sekolah yang dimanfaatkan keluarga untuk berwisata dan berbelanja.
Untuk itu, pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan WFA—termasuk WFM—dengan berbagai program belanja nasional, seperti BINA dan Indonesia Great Sale.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan momentum belanja yang sejalan dengan aktivitas kerja dan liburan keluarga.
Airlangga menilai antusiasme masyarakat terhadap program belanja di pusat perbelanjaan cukup tinggi.
“Kalau kita lihat, hampir semua toko memberikan diskon sampai 50 persen, bahkan ada yang ditambah potongan 25 persen lagi plus cashback 10 persen. Inilah yang didorong agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan belanja masyarakat meningkat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat meninjau kesiapan implementasi Work From Mall di Mal Pondok Indah, Jakarta, pada Jumat (26/12).
Ia menambahkan, kondisi pusat perbelanjaan yang ramai menjadi indikator positif bahwa kebijakan ini memiliki potensi besar untuk mendorong kegiatan ekonomi nasional.
Pemerintah berharap, melalui pendekatan ini, aktivitas kerja, belanja, dan rekreasi dapat berjalan beriringan.
Dengan begitu, produktivitas tetap terjaga tanpa menghambat perputaran ekonomi, khususnya di sektor ritel dan UMKM.
Ke depan, konsep Work From Mall diproyeksikan menjadi salah satu inovasi kebijakan fleksibilitas kerja yang tidak hanya memberi manfaat bagi pekerja, tetapi juga bagi dunia usaha dan perekonomian nasional secara keseluruhan. ***



