BOGOR.POJOKSATU.id — Perum Bulog menyatakan siap melaksanakan penugasan tambahan dari pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan selama tiga bulan.
Bantuan tersebut akan diberikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat atau KPM mulai Juli 2026.
Program bantuan pangan tambahan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama penerima bantuan sosial yang masih membutuhkan dukungan kebutuhan pokok.
Penerima bantuan disebut mencakup KPM PKH, KPM BPNT, dan eks penerima BLT Kesra.
Program bantuan pangan tambahan ini bertujuan menjaga akses pangan masyarakat.
Dengan adanya bantuan berupa barang, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok harian.
Bantuan pangan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.
Selain itu, program ini turut mendukung stabilitas pangan nasional karena penyaluran dilakukan melalui jaringan distribusi resmi.
Bulog akan menyalurkan bantuan pangan secara bertahap ke berbagai wilayah.
Skema bertahap dibutuhkan agar distribusi dapat berjalan lebih tertib dan tepat sasaran.
Dengan jumlah penerima mencapai 33,2 juta KPM, proses penyaluran tentu membutuhkan koordinasi yang matang.
Penerima manfaat diminta menunggu jadwal resmi dari wilayah masing-masing.
Biasanya, jadwal penyaluran bantuan pangan akan diinformasikan melalui pemerintah desa, kelurahan, pendamping sosial, atau pihak terkait.
Jumlah penerima sebanyak 33,2 juta KPM disebut sama dengan penerima bantuan pangan yang saat ini masih berjalan.
Bantuan sebelumnya juga menyasar penerima PKH, BPNT, serta kelompok penerima bantuan sosial lainnya.
Di beberapa wilayah, masyarakat masih menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Dengan adanya penugasan tambahan ini, bantuan pangan akan kembali dilanjutkan untuk tiga bulan berikutnya.
Meski kabar bantuan tambahan sudah beredar, KPM tetap perlu memastikan informasi dari sumber resmi.
Masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan pesan berantai atau unggahan media sosial yang tidak jelas sumbernya.
Jika ada keraguan, KPM dapat bertanya kepada pendamping sosial atau pemerintah setempat.
Hal ini penting agar tidak terjadi salah paham mengenai jadwal, jenis bantuan, maupun mekanisme pengambilan.
Bulog berkomitmen memastikan bantuan pangan tersalurkan secara lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan stok dan jaringan distribusi, bantuan diharapkan dapat diterima oleh keluarga yang memang berhak.
Program ini juga menjadi salah satu cara pemerintah membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pokok.
Bagi KPM, bantuan pangan tambahan selama tiga bulan tentu menjadi dukungan penting untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.***



