POJOKBOGOR.id - Selama ini salmon sering disebut sebagai rajanya omega-3.

Kandungan gizinya memang terkenal baik untuk otak, jantung, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Tapi siapa sangka, gelar tersebut ternyata bisa direbut oleh ikan asli perairan Indonesia.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa ikan sidat memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibanding salmon.

Fakta ini disampaikan oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Gadis Sri Haryani.

“Selama ini kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi,” ujar Gadis, dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (11/1/2026).

Ikan sidat diketahui mengandung omega-3 jenis DHA dan EPA dalam jumlah tinggi.

Selain itu, sidat juga kaya akan vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, serta fosfor.

DHA berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak manusia, sementara EPA membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

Kombinasi ini menjadikan sidat bukan hanya ikan konsumsi biasa, tetapi sumber gizi bernilai tinggi.

Namun, di balik keunggulan gizinya, sidat juga menghadapi ancaman serius.

Penangkapan berlebih dan menurunnya kualitas habitat membuat populasinya terus tertekan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasukkan ikan sidat (Anguilla spp.) sebagai komoditas bernilai tinggi yang dilindungi secara terbatas.

Beberapa wilayah seperti Pangandaran dan Poso bahkan ditetapkan sebagai kawasan larangan penangkapan sidat demi menjaga keberlanjutan populasi alamnya.

Di sisi lain, KKP mendorong pengembangan budidaya sidat berkelanjutan.

Desa percontohan seperti di Cilacap dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama ke Jepang, China, dan Taiwan.

BRIN menilai pendekatan berbasis sains dan pengelolaan berkelanjutan menjadi kunci agar potensi ekonomi sidat tidak berujung pada krisis populasi.

Jadi, ikan super bergizi ini bisa terus dinikmati tanpa harus mengorbankan masa depannya.