BOGOR.POJOKSATU.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga siswa yang terdampak dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Gibran ketika mengunjungi pasien yang menjalani perawatan di RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi pada Jumat, 11 September 2026.
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Gibran di hadapan keluarga korban.
Tak hanya meminta maaf, Gibran memastikan pemerintah mengawal kebutuhan pengobatan para siswa hingga mereka kembali pulih.
Ia juga mengecek langsung kondisi pasien satu per satu, termasuk kebutuhan obat maupun kemungkinan rujukan ke fasilitas kesehatan di Medan atau Jakarta apabila diperlukan.
Gibran menegaskan penanganan tersebut dilakukan agar anak-anak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dan kembali bersekolah.
Kasus dugaan keracunan MBG di Karo sebelumnya berdampak terhadap banyak pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara M Faisal Hasrimy pada 10 September 2026 menyebut masih terdapat 15 siswa yang kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Mayoritas mengalami keluhan nyeri pada bagian perut.
Penanganan kemudian berlanjut terhadap sejumlah pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam.
Dua siswa asal Karo diberangkatkan ke Jakarta pada 12 September 2026 untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemindahan tersebut dilakukan untuk memastikan keduanya mendapatkan pemeriksaan medis yang lebih komprehensif.
Perkembangan positif muncul pada Rabu, 16 September 2026.
Tim dokter RSCM memastikan tidak ditemukan gangguan fungsi otak pada salah satu siswa yang sebelumnya mendapat perhatian karena mengalami dugaan gangguan ingatan.
Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak RSCM Prof Setyo Handryastuti menyatakan pemeriksaan tidak menunjukkan adanya gangguan fungsi otak pada pasien tersebut.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah membentuk tim ahli di RSCM yang melibatkan dokter spesialis anak, neurologi, psikiatri anak hingga penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Dalam kunjungannya ke Karo, Gibran mengatakan kasus tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan MBG.
Ia menyebut evaluasi dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sementara keluhan dan masukan dari keluarga korban akan diteruskan untuk mendapatkan tindak lanjut.
Kasus di Karo kembali menegaskan pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, terutama untuk memastikan makanan yang diterima siswa aman hingga dikonsumsi. ***



