BOGOR.POJOKSATU.id - Masyarakat perlu bersiap. Setelah harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian, harga minyak goreng rakyat merek Minyakita juga dipastikan bakal naik.
Kementerian Perdagangan menyatakan, harga eceran tertinggi atau HET Minyakita akan segera ditetapkan ulang.
Kenaikan ini dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari biaya produksi, biaya distribusi, hingga perkembangan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil.
Kepala Biro Humas Kementerian Perdagangan RI, Kusuma Dewi, mengatakan penetapan HET baru Minyakita akan diumumkan setelah harga referensi CPO relatif stabil.
Meski begitu, Dewi belum merinci berapa besaran pasti HET Minyakita yang baru.
Ia hanya memastikan bahwa harga baru Minyakita nantinya akan berada di atas harga saat ini, yakni Rp15.700 per liter.
Artinya, masyarakat berpotensi harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli minyak goreng rakyat tersebut.
Minyakita selama ini menjadi salah satu pilihan masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibanding sejumlah minyak goreng kemasan lain.
Karena itu, rencana kenaikan HET Minyakita diperkirakan akan cukup terasa, terutama bagi rumah tangga, pedagang kecil, dan pelaku UMKM makanan.
Pemerintah menyebut penyesuaian harga diperlukan agar distribusi Minyakita tetap berjalan dan pasokan di pasar tidak terganggu.
Namun di sisi lain, kenaikan harga kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan pengeluaran masyarakat.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah dapat memastikan stok Minyakita tetap tersedia dan kenaikan harga tidak terlalu membebani konsumen.
Selain itu, pengawasan di pasar juga dinilai penting agar tidak terjadi penjualan di atas ketentuan HET baru setelah resmi diumumkan.
Dengan rencana kenaikan ini, harga Minyakita menjadi salah satu komoditas yang perlu dipantau dalam waktu dekat.
Pemerintah diharapkan segera memberi kepastian harga baru agar pelaku usaha dan masyarakat tidak berada dalam ketidakpastian.***



