BOGOR.POJOKSATU.id – Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT tahap 3 tahun 2026 senilai Rp600 ribu mulai menjadi perhatian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Berdasarkan informasi yang beredar dari sejumlah daerah, pencairan BPNT untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 dilaporkan mulai berlangsung secara bertahap di lebih dari 150 kabupaten dan kota di Indonesia.

Saldo bantuan disebut mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak pagi hingga malam hari. Pemegang KKS yang diterbitkan Bank Mandiri menjadi salah satu kelompok penerima yang dilaporkan lebih dahulu melihat adanya saldo masuk.

Sejumlah laporan pencairan kemudian juga muncul dari penerima menggunakan bank penyalur lainnya.

Daerah yang disebut mulai menerima pencairan tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku hingga wilayah Nusa Tenggara.

Beberapa daerah yang masuk dalam laporan pencairan antara lain Kabupaten Bogor, Garut, Brebes, Banyumas, Kebumen, Jember, Sumenep, Sleman, Ciamis hingga Pandeglang.

Sementara di Sumatera, laporan pencairan di antaranya berasal dari Lampung Timur, Lampung Utara, Simalungun, Serdang Bedagai, Rokan Hulu, Pesisir Selatan hingga Pasaman Barat.

Meski demikian, KPM yang belum menerima saldo Rp600 ribu tidak perlu langsung khawatir. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sehingga waktu masuknya saldo dapat berbeda antara satu penerima dengan penerima lainnya.

KPM disarankan mengecek status bantuan melalui saluran resmi pemerintah serta tidak terlalu sering melakukan pengecekan saldo di ATM.

Penerima juga perlu memastikan data kependudukan dan status kepesertaan bansos tetap sesuai dengan data pemerintah.

Dengan pencairan yang dilakukan bergelombang, penerima di daerah yang sama pun belum tentu mendapatkan saldo pada waktu yang bersamaan.***