BOGOR.POJOKSATU.id – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat mulai menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Triwulan III 2026 untuk periode Juli hingga September.

Namun, sebagian KPM lainnya mungkin masih mendapati saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum bertambah.

Lantas, mengapa BPNT belum cair meski penerima lain sudah mendapatkan bantuan?

Hal pertama yang perlu dipahami adalah pencairan bansos dilakukan secara bertahap.

Artinya, KPM dalam satu kabupaten bahkan satu kecamatan belum tentu menerima bantuan pada waktu yang sama.

Selain persoalan tahapan penyaluran, status penerima juga dipengaruhi pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN.

Pemerintah menggunakan data yang diperbarui secara berkala untuk menentukan kelayakan penerima bansos.

Kementerian Sekretariat Negara menjelaskan data penerima diperbarui setiap tiga bulan.

Sejumlah penerima dari periode sebelumnya dapat mengalami perubahan status karena desil kesejahteraannya meningkat, tidak lagi memenuhi kriteria, telah graduasi, meninggal dunia, tidak ditemukan maupun mengundurkan diri.

Selain itu, pemerintah juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap penerima bansos yang terindikasi melakukan transaksi judi online.

Sebanyak 1.494.652 KPM Program Sembako sebelumnya ditangguhkan sementara penyalurannya setelah pemadanan data dengan PPATK.

Penangguhan dilakukan untuk proses verifikasi, bukan berarti seluruh penerima tersebut otomatis dicoret permanen.

Karena itu, KPM yang belum menerima BPNT tidak disarankan langsung menyimpulkan bantuannya telah dihentikan.

Periksa terlebih dahulu status penerima melalui kanal resmi Cek Bansos Kemensos.

Pastikan pula NIK, data keluarga dan informasi kependudukan sesuai.

Jika status penerima masih aktif tetapi saldo belum masuk, KPM dapat menunggu tahapan penyaluran berikutnya atau berkoordinasi dengan pendamping sosial maupun dinas sosial setempat. ***