POJOKSATU.id – Keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum mendapatkan saldo bantuan sosial diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bantuannya dihentikan.
Pasalnya, proses penyaluran PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan secara bertahap kepada jutaan penerima di seluruh Indonesia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan perkembangan bansos pertengahan Agustus 2026, target penerima Program Keluarga Harapan secara nasional mencapai sekitar 10 juta KPM.
Dari jumlah tersebut, disebutkan lebih dari 7 juta KPM telah masuk dalam proses penyaluran.
Artinya, masih terdapat penerima lainnya yang berpotensi mendapatkan pencairan secara bertahap setelah proses administrasi dan penyaluran selesai.
Hal serupa terjadi pada program BPNT.
Jumlah sasaran BPNT disebut mencapai sekitar 18,8 juta keluarga penerima manfaat.
Sementara penerima yang telah masuk dalam proses penyaluran disebut berada di kisaran 12 juta KPM.
Kondisi itu membuat jadwal pencairan setiap penerima tidak selalu berlangsung pada tanggal yang sama.
Perbedaan bank penyalur, wilayah, status administrasi hingga proses penerbitan instruksi pembayaran dapat memengaruhi waktu saldo masuk ke KKS.
Pada Agustus 2026, penyaluran melalui BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI dilaporkan mulai bergerak di sejumlah wilayah.
Nominal yang masuk juga berbeda tergantung jenis program serta komponen yang dimiliki masing-masing KPM.
Karena itu, penerima yang saldo KKS-nya masih kosong disarankan melakukan pengecekan secara berkala tanpa harus berulang kali melakukan penarikan di ATM.
KPM juga sebaiknya memastikan status kepesertaan melalui kanal resmi pemerintah atau pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Yang terpenting, jangan mudah percaya informasi yang menjanjikan bahwa seluruh penerima akan mendapatkan bantuan pada satu tanggal tertentu. Penyaluran bansos pada praktiknya dapat berlangsung secara bertahap.***



