BOGOR.POJOKSATU.id - Keluarga penerima manfaat yang sebelumnya tidak mendapatkan bantuan sosial akibat perubahan desil kembali mendapatkan perkembangan terbaru.
Berdasarkan informasi pembaruan SIKS-NG per 7 September 2026, sejumlah KPM yang sebelumnya tidak masuk dalam penyaluran karena desil meningkat mulai mengalami perubahan status.
Pada tahap pertama dan kedua, terdapat penerima yang bantuan sosialnya tidak masuk setelah posisi desil mengalami kenaikan.
Namun pada tahap ketiga, sebagian KPM disebut kembali mengalami penurunan desil.
Perubahan tersebut membuat data mereka kembali diproses dalam sistem.
Saat ini, sejumlah penerima masih berada pada tahap pengecekan atau verifikasi rekening.
Ada pula beberapa KPM yang sudah berhasil melewati tahapan pemeriksaan rekening.
Jika verifikasi rekening berhasil, peluang bantuan untuk kembali diproses menjadi lebih besar.
Namun hal ini bukan berarti seluruh KPM yang desilnya turun otomatis akan langsung menerima bantuan.
Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk verifikasi data dan proses penyaluran oleh bank.
Selain itu, sejumlah penerima PKH maupun BPNT hasil validasi juga sudah menunjukkan status Standing Instruction atau SI.
Tahapan ini menandakan proses pencairan sudah semakin dekat apabila tidak ada kendala lain.
Beberapa bank penyalur yang terlibat dalam penyaluran bansos antara lain BRI, BNI, Mandiri, serta BSI.
Penerima juga perlu memahami bahwa perubahan desil menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan bantuan.
Karena itu, status seorang KPM dapat berubah dari satu tahap ke tahap lainnya mengikuti hasil pembaruan data sosial ekonomi.
Bagi masyarakat yang bantuannya sempat tidak cair, sebaiknya tidak langsung menyimpulkan telah dicoret permanen.
Cek terlebih dahulu status terbaru.
Jika data sudah kembali diproses, rekening berhasil diverifikasi, dan status pembayaran muncul, bantuan masih memiliki peluang untuk disalurkan. ***



