BOGOR.POJOKSATU.id – Proses penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 tahun 2026 terus bergerak memasuki awal September.
PKH tahap 3 mencakup periode penyaluran Juli, Agustus dan September 2026 bagi KPM yang memenuhi persyaratan.
Berdasarkan data pemantauan SIKS-NG per 31 Agustus 2026 yang disampaikan dalam informasi penyaluran bansos, terdapat perkembangan pada status sejumlah penerima.
Dalam salah satu wilayah sampel dengan total sekitar 1.654 KPM, sebanyak 1.330 penerima disebut telah berhasil masuk tahap penyaluran.
Kemudian sekitar 244 KPM tercatat telah memiliki status Surat Perintah Membayar atau SPM.
Sementara itu, sedikitnya satu penerima dalam sampel tersebut sudah memasuki Standing Instruction atau SI.
Status SPM menunjukkan proses pembayaran telah bergerak menuju tahapan berikutnya.
Sedangkan SI merupakan instruksi lanjutan dalam proses pemindahbukuan dana menuju bank penyalur.
Meski demikian, saldo bantuan belum tentu langsung tersedia sesaat setelah perubahan status terjadi.
Masih terdapat proses yang harus diselesaikan sebelum dana benar-benar masuk ke rekening KKS penerima.
KPM PKH yang menggunakan Bank BRI, BNI, Mandiri maupun BSI disarankan terus memperhatikan perkembangan penyaluran tanpa tergesa-gesa melakukan penarikan.
Pencairan dapat berlangsung secara bertahap antardaerah maupun antarbank.
Besaran bantuan PKH yang diterima setiap keluarga juga tidak sama.
Nominal ditentukan berdasarkan komponen yang tercatat dalam keluarga penerima, seperti ibu hamil, anak usia sekolah, lanjut usia atau penyandang disabilitas sesuai ketentuan program.
Karena itu, penerima tidak perlu membandingkan nominal saldo dengan KPM lainnya.
Jika tahapan administrasi berjalan lancar, kelompok penerima yang sudah masuk SPM maupun SI diperkirakan menjadi bagian dari gelombang pencairan PKH pada September 2026.***



