BOGOR.POJOKSATU.id – Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali menjadi perhatian memasuki awal September 2026.

Berdasarkan data pemantauan penyaluran yang disebut berasal dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) per 31 Agustus 2026, sejumlah data keluarga penerima manfaat (KPM) mulai mengalami perubahan status.

Sebagian KPM yang sebelumnya masih berada dalam proses verifikasi disebut telah bergerak menuju tahap Surat Perintah Membayar atau SPM.

Bahkan, terdapat penerima yang statusnya sudah memasuki Standing Instruction atau SI.

Status tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum dana bantuan diteruskan melalui bank penyalur kepada rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima.

Dalam salah satu data wilayah yang dijadikan sampel untuk penyaluran BPNT tahap 3 termin pertama, tercatat ribuan penerima telah berhasil mendapatkan bantuan.

Sementara ratusan KPM lainnya masih berada pada tahap SPM dan sebagian sudah masuk SI.

Pergerakan serupa juga dilaporkan terjadi dalam penyaluran PKH tahap 3 untuk periode Juli, Agustus dan September 2026.

KPM yang menggunakan KKS dari Bank BRI, BNI, Bank Mandiri maupun BSI karena itu diminta terus memantau perkembangan status bantuan masing-masing.

Namun, perubahan status SPM atau SI tidak serta-merta berarti saldo seluruh penerima akan masuk pada hari yang sama.

Proses pencairan tetap bergantung pada tahapan administrasi serta proses pemindahbukuan yang dilakukan oleh masing-masing bank penyalur.

Karena itu, KPM dianjurkan tidak melakukan pengecekan saldo secara berlebihan dan menunggu informasi resmi terkait pencairan.

Awal September 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode penting bagi penyelesaian penyaluran PKH maupun BPNT yang belum diterima sebagian KPM pada termin sebelumnya.***