BOGOR.POJOKSATU.id – Keluarga penerima manfaat yang belum memperoleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada penyaluran sebelumnya berpeluang masuk dalam gelombang termin susulan pada September 2026.
Berdasarkan informasi pemantauan yang beredar dari SIKS-NG, proses administrasi sejumlah penerima mulai bergerak dari tahapan verifikasi menuju Surat Perintah Membayar atau SPM.
Sebagian penerima bahkan disebut sudah memperoleh status Standing Instruction atau SI.
Perubahan status tersebut menjadi sinyal bahwa proses penyaluran bantuan telah memasuki tahapan lanjutan sebelum dana disalurkan melalui rekening KKS.
Dalam salah satu sampel wilayah, tercatat lebih dari 3.000 KPM masuk dalam rekapitulasi BPNT tahap 3 termin pertama.
Sebagian besar disebut telah berhasil menerima bantuan, sementara sekitar ratusan penerima lainnya masih berada dalam proses SPM.
Sejumlah kecil KPM juga sudah tercatat masuk tahap SI.
Dalam materi pemantauan tersebut disebutkan bahwa penyaluran BPNT pada termin awal telah menjangkau sebagian besar penerima, sedangkan sekitar 20 hingga 30 persen sisanya masuk ke termin lanjutan atau susulan.
Kelompok terakhir inilah yang diperkirakan akan banyak diproses selama September 2026.
Dengan demikian, KPM yang sebelumnya mendapati saldo KKS masih kosong tidak otomatis dinyatakan gagal menerima bantuan.
Data penerima masih dapat melalui proses verifikasi, pemadanan hingga diterbitkannya instruksi pembayaran.
Penyaluran juga tidak selalu berlangsung serentak.
BRI, BNI, Mandiri dan BSI sebagai bank penyalur dapat memiliki waktu pemrosesan berbeda berdasarkan kesiapan data dan mekanisme masing-masing.
KPM sebaiknya memantau informasi resmi dan status bantuan secara berkala.
Apabila nama masih terdaftar sebagai penerima dan tidak terdapat persoalan pada data kependudukan maupun rekening, peluang penyaluran pada termin berikutnya masih terbuka.
September 2026 pun diperkirakan menjadi periode penting bagi penyelesaian BPNT tahap 3 yang masih tertunda.***



