POJOKBOGOR.ID - Eh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi jadi bahan perbincangan.
Kali ini bukan soal manfaatnya, tapi soal satu hal yang nggak kalah penting efisiensi anggaran.
Pertanyaannya, pemerintah sudah benar-benar hemat belum sih?
Di atas kertas, program MBG memang punya tujuan mulia.
Baca Juga: Jomplang Banget! Dapur MBG Baru Kinclong, Sekolah Lama Masih Memprihatinkan
Memberikan asupan gizi yang layak untuk anak-anak sekolah tentu jadi investasi jangka panjang.
Tapi, di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan, muncul pertanyaan apakah semuanya sudah digunakan secara efektif?
Beberapa pengamat menilai, efisiensi anggaran masih jadi PR besar.
Soalnya, di lapangan, ada temuan yang bikin geleng-geleng kepala.
Baca Juga: Wah, Program Bersih-Bersih Kabupaten Bogor Sudah Jalan! Ini Bukti Nyatanya di Lapangan
Mulai dari pembangunan dapur yang dianggap terlalu mahal, hingga distribusi yang belum merata.
Duh, kalau begini kan jadi sorotan.
Eh tapi, pemerintah juga bukan tanpa upaya.
Sejumlah langkah diklaim sudah dilakukan, seperti pengawasan ketat penggunaan dana, evaluasi berkala, hingga pelibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program.
Tujuannya jelas, agar anggaran yang ada bisa tepat sasaran.
Namun, realitanya memang nggak sesederhana itu.
Program sebesar MBG melibatkan banyak pihak dan wilayah yang luas.
Jadi, potensi pemborosan atau ketidakefisienan tetap ada kalau tidak diawasi dengan serius.
Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Tahu! Ini Kegunaan Upwork yang Bisa Bikin Kamu Cepat Cuan
“Efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas, tapi memastikan setiap rupiah digunakan dengan maksimal,” begitu kira-kira prinsip yang sering digaungkan.
Yang jadi sorotan, publik mulai membandingkan antara anggaran MBG dengan kebutuhan lain, seperti perbaikan sekolah atau fasilitas pendidikan.
Nah, di sinilah muncul diskusi soal prioritas.
Jadi, apakah pemerintah sudah efisien? Jawabannya mungkin belum sepenuhnya.
Baca Juga: Kamera Tilang ETLE di Puncak Bogor Kini Dipindahkan ke Simpang Gadog
Tapi proses menuju ke sana sedang berjalan.
Tinggal bagaimana konsistensi pengawasan dan transparansi terus dijaga.
Intinya sih, program bagus harus diiringi pengelolaan yang cerdas. Setuju nggak?***




