BOGOR.POJOKSATU.id – Ancaman gempa besar dari zona Megathrust Selat Sunda kembali menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kawasan tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 8,9.
Jika skenario gempa besar itu terjadi, dampaknya tidak hanya berpotensi dirasakan di wilayah Banten dan Jawa Barat, tetapi juga bisa mencapai Jakarta.
Gempa berkekuatan besar tersebut juga berpotensi memicu tsunami. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), gelombang tsunami diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mencapai pesisir utara Jakarta.
Dalam skenario pemodelan tersebut, tinggi gelombang di pesisir Jakarta diperkirakan sekitar 0,5 meter. Sementara wilayah pesisir Banten dan Jawa Barat berpotensi menghadapi gelombang lebih dari 1,5 meter.
Namun, ancaman bagi Jakarta bukan hanya berasal dari tsunami.
Guncangan akibat gempa Megathrust Selat Sunda diperkirakan dapat mencapai intensitas VI hingga VII MMI di sejumlah wilayah Jakarta.
Kondisi tanah Jakarta yang didominasi endapan aluvial lunak dapat memperkuat getaran sehingga guncangan berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap bangunan dan permukiman.
Pada skala VI MMI, getaran gempa umumnya dirasakan hampir semua orang dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan. Sementara intensitas yang lebih tinggi dapat memberikan dampak lebih serius, terutama terhadap bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.
Meski terdengar mengkhawatirkan, BMKG menegaskan masyarakat tidak perlu panik.
Potensi magnitudo, tinggi tsunami, hingga kekuatan guncangan tersebut merupakan skenario pemodelan untuk mitigasi bencana, bukan ramalan bahwa gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu menentukan secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar gempa bumi akan terjadi.
BMKG sebelumnya juga menegaskan pembahasan Megathrust Selat Sunda bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi yang memang secara ilmiah ada di kawasan tersebut.***



