BOGOR.POJOKSATU.id - Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT kembali menjadi perhatian keluarga penerima manfaat setelah beredar laporan mengenai saldo Rp600.000 yang masuk ke sejumlah Kartu Keluarga Sejahtera atau KKS.

Nominal Rp600.000 setara dengan bantuan Program Sembako selama tiga bulan apabila dihitung berdasarkan nilai bantuan Rp200.000 per KPM setiap bulan. Namun, jadwal masuknya saldo dapat berbeda antara satu penerima dan penerima lainnya.

Kementerian Sosial sebelumnya menyampaikan bahwa penyaluran PKH dan BPNT Triwulan III untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 mulai dilakukan pada 20 Juli 2026. Penyaluran dilakukan setelah proses pemutakhiran, pemeriksaan, dan pembersihan data penerima selesai.

Dalam informasi yang beredar di kalangan KPM, pencairan Rp600.000 disebut terjadi pada sebagian pemilik KKS baru yang kartunya dibagikan sekitar April hingga Mei 2026. Dana itu diklaim merupakan penyaluran susulan dari periode sebelumnya.

Meski demikian, KPM perlu berhati-hati karena informasi khusus mengenai pencairan susulan bagi seluruh pemegang KKS baru belum dapat dianggap berlaku secara nasional tanpa pemberitahuan resmi.

Masyarakat tidak disarankan langsung mendatangi ATM hanya berdasarkan foto struk atau unggahan media sosial. Pencairan di satu daerah belum tentu berlangsung bersamaan di wilayah lain.

KPM dapat memeriksa status bantuan menggunakan NIK melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Sistem tersebut menampilkan sumber data DTSEN, posisi desil, dan informasi program bantuan yang diterima.

Apabila saldo belum masuk, penerima diminta tidak memberikan kartu, PIN, kode OTP, atau data pribadi kepada orang yang menawarkan jasa pencairan.

KPM juga sebaiknya menunggu informasi dari pendamping sosial, pemerintah desa, kelurahan, dinas sosial, atau bank penyalur. Bantuan sosial tidak dipungut biaya dan tidak memerlukan pembayaran kepada pihak perantara.***