BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan memperbanyak simulasi gempa, menyusul meningkatnya aktivitas Sesar Lembang dalam beberapa bulan terakhir.
Sepanjang Agustus 2025, sejumlah getaran kecil bermagnitudo 1,7 hingga 2,3 dilaporkan terasa di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, menambah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gempa lebih besar.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Bandung telah menggelar latihan tanggap darurat di 221 lokasi berbeda.
Simulasi ini melibatkan lingkungan RW, sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, hingga pusat perbelanjaan dan tempat hiburan seperti kafe. Total peserta yang sudah mengikuti program ini mencapai sekitar 54 ribu orang.
Meski jumlahnya cukup besar, cakupan edukasi bencana sejauh ini masih dinilai belum memadai. Di tingkat sekolah, persentasenya pun masih rendah.
Seperti jenjang TK baru mencapai 1,45%, SD sekitar 5,86%, SMP 7,95%, SMA 12,5%, dan perguruan tinggi baru tersentuh 22,75%.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara luas, BPBD berencana melanjutkan program simulasi pada tahun 2026.
Langkah ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar program Satuan Pendidikan Aman Bencana dapat terealisasi secara menyeluruh.
Menyadari bahwa target edukasi langsung sangat besar dan sulit dikejar hanya dengan simulasi lapangan, BPBD bersama Dinas Pendidikan juga menyiapkan strategi tambahan.
Salah satunya dengan memproduksi video panduan mitigasi yang akan disebarkan ke seluruh sekolah agar materi kesiapsiagaan bisa lebih cepat menjangkau banyak peserta didik. ***



