BOGOR.POJOKSATU.id – Sebagian keluarga penerima manfaat berpeluang menerima pencairan bantuan sosial dalam nominal lebih besar dari biasanya pada September 2026.
Kondisi tersebut dapat terjadi apabila penerima mendapatkan pembayaran lebih dari satu periode sekaligus atau rapelan.
Berdasarkan informasi pemantauan penyaluran bansos, fenomena pencairan multitahap terutama berpotensi dialami KPM baru atau penerima yang baru memperoleh Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kelompok tersebut termasuk penerima yang mengalami proses peralihan penyaluran menuju Bank Himbara maupun KPM hasil validasi terbaru.
Jika bantuan pada periode sebelumnya belum sempat diterima sementara penerima tetap memenuhi persyaratan, pembayaran dapat diproses bersamaan dengan periode berjalan.
Akibatnya, saldo yang masuk berpotensi lebih besar dibanding pencairan reguler satu tahap.
Dalam materi pemantauan disebutkan nominal dapat berada di kisaran Rp1,2 juta, Rp3 juta bahkan hingga sekitar Rp4,2 juta untuk kondisi tertentu.
Namun angka tersebut bukan nominal pasti bagi seluruh KPM.
Jumlah yang diterima bergantung pada jenis bantuan, jumlah periode yang belum dibayarkan serta komponen PKH yang dimiliki masing-masing keluarga.
Sementara itu, data SIKS-NG per akhir Agustus juga menunjukkan sebagian KPM telah bergerak menuju status SPM dan SI.
Jika proses administrasi dan perbankan berjalan lancar, kelompok yang sudah berada pada tahap tersebut diperkirakan menjadi penerima lebih awal dalam penyaluran September.
Perkiraan proses pencairan disebut mulai berlangsung pada pekan pertama September dan berlanjut secara bertahap sepanjang bulan.
Namun jadwal tersebut tetap berupa estimasi, bukan jaminan bahwa seluruh penerima akan memperoleh bantuan pada tanggal yang sama.
KPM dianjurkan menunggu informasi resmi, memeriksa status kepesertaan dan memastikan rekening KKS tetap aktif.
Jika saldo yang diterima lebih besar dari biasanya, penerima juga sebaiknya memastikan terlebih dahulu rincian periode bantuan sebelum menggunakan dana tersebut.***



