BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan terobosan baru di bidang pendidikan melalui program Sekolah Maung (Manusia Unggul).

Program pendidikan vokasi ini direncanakan mulai diluncurkan pada 2026 sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan daerah dan tantangan dunia kerja masa depan.

Gagasan Sekolah Maung disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya pada 3 Januari 2026.

Sekolah ini dirancang sebagai lembaga pendidikan vokasi unggulan dengan pendekatan praktis dan berbasis potensi wilayah.

Dalam perencanaannya, Sekolah Maung akan membuka enam jurusan strategis yang dinilai relevan dengan arah pembangunan dan kebutuhan industri, yaitu Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan.

Keenam jurusan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil sekaligus memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki Jawa Barat.

Melalui jurusan Teknologi Informasi dan Elektro, Sekolah Maung diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Sementara jurusan Otomotif disiapkan untuk mendukung sektor industri dan transportasi yang terus berkembang.

Di sisi lain, jurusan Pertanian dan Kelautan diarahkan untuk memperkuat sektor pangan serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Adapun jurusan Olahraga difokuskan pada pembinaan prestasi sekaligus industri olahraga yang kian tumbuh.

Pemprov Jawa Barat menargetkan Sekolah Maung menjadi pusat lahirnya generasi yang unggul secara keterampilan, adaptif terhadap perubahan, serta relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Program ini juga diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Selain menyoroti konsep pendidikan, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

Ia menilai perencanaan keuangan harus dilakukan secara matang agar pembangunan sektor pendidikan tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.

Untuk merealisasikan program ini, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah. ***