BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah tengah menyiapkan transformasi besar dalam sistem penyaluran bantuan sosial atau bansos melalui skema berbasis digital.
Sebanyak 50 juta masyarakat yang masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 5 disebut menjadi sasaran awal program tersebut.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bantuan nantinya diarahkan untuk disalurkan langsung kepada masyarakat melalui rekening bank.
Skema tersebut menjadi bagian dari perubahan kebijakan pemerintah yang secara bertahap ingin mengurangi subsidi berbasis produk dan mengarahkannya langsung kepada masyarakat yang dinilai berhak menerima.
Dengan cara tersebut, pemerintah berharap penyaluran bantuan menjadi lebih transparan sekaligus menekan potensi salah sasaran.
Luhut menyebut kelompok sekitar 50 juta masyarakat termiskin akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan sistem tersebut.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam konferensi pers, kelompok tersebut berada pada rentang Desil 1 sampai Desil 5.
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Semakin rendah desilnya, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan kelompok tersebut.
Namun, masuk dalam Desil 1 hingga Desil 5 tidak otomatis berarti seseorang langsung menerima seluruh jenis bantuan.
Pemerintah masih melakukan perbaikan dan pemadanan data sebelum skema bansos digital tersebut diterapkan secara lebih luas.
Luhut mengatakan penyelesaian data menjadi salah satu pekerjaan utama pemerintah sebelum sistem diuji coba.
Pemerintah menilai pembenahan penting dilakukan karena selama ini masih ditemukan bantuan maupun subsidi yang tidak tepat sasaran.
Dengan bansos digital, bantuan direncanakan masuk langsung melalui rekening penerima sehingga penggunaannya dapat lebih mudah dicatat dan diawasi.
Masyarakat pun diminta memastikan data kependudukan tetap valid dan mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai kriteria serta tahapan pelaksanaan bansos digital. ***



