BOGOR.POJOKSATU.id - Lonjakan pelamar dalam rekrutmen Manajer Koperasi Desa Merah Putih menjadi sorotan publik. Dalam waktu singkat, jumlah pendaftar menembus ratusan ribu orang, jauh melampaui kebutuhan yang tersedia.

Fenomena ini dinilai bukan sekadar tingginya minat terhadap program pemerintah, tetapi juga mencerminkan kondisi pasar kerja yang masih penuh tekanan.

Banyaknya pencari kerja yang berebut posisi terbatas menjadi indikasi kuat bahwa peluang kerja belum sebanding dengan jumlah angkatan kerja.

“Kalau satu lowongan diserbu ratusan ribu pelamar, ini bukan hanya soal programnya menarik, tapi juga karena kebutuhan kerja yang tinggi,” ujar seorang pengamat ketenagakerjaan.

Dari total kebutuhan sekitar puluhan ribu posisi, jumlah pelamar yang mencapai hampir 400 ribu menunjukkan persaingan yang sangat ketat.

Artinya, sebagian besar pelamar dipastikan tidak akan terserap dalam program tersebut.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan pengangguran dan setengah menganggur masih menjadi tantangan serius.

Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya mencoba berbagai peluang, termasuk program berbasis desa dan sektor informal, demi mendapatkan penghasilan yang lebih stabil.

“Ini jadi alarm bahwa penciptaan lapangan kerja masih perlu digenjot, terutama yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” lanjutnya.

Ledakan pelamar ini sekaligus menjadi cerminan realitas di lapangan: kebutuhan akan pekerjaan terus meningkat, sementara ketersediaan posisi belum mampu mengimbangi laju tersebut. ***