BOGOR.POJOKSATU.id - Lonjakan jumlah pengguna Kereta Rel Listrik atau KRL diperkirakan akan terus terjadi dalam lima tahun ke depan. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin angkat bicara.

Ia mengungkapkan bahwa volume penumpang KRL yang pada 2025 tercatat mencapai 339 juta orang, diproyeksikan meningkat menjadi 437 juta penumpang pada 2030.

Jika target tersebut tercapai, maka rata-rata jumlah pengguna KRL per hari dapat menyentuh angka sekitar 2 juta orang.

“Dengan volume penumpang yang diproyeksikan mencapai 437 juta pada 2030, itu artinya sekitar 2 juta penumpang per hari akan dilayani KRL,” ujar Bobby.

Menurutnya, peningkatan signifikan ini akan berdampak langsung pada tingkat keterisian kereta, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari. Tanpa penambahan sarana, kondisi kepadatan dikhawatirkan akan semakin ekstrem.

KAI memproyeksikan tingkat okupansi KRL pada jam puncak bisa melonjak hingga 630 persen pada 2030 apabila tidak dilakukan pengadaan sarana baru. Angka tersebut berarti kapasitas kereta akan terisi hingga lebih dari enam kali lipat dari batas ideal.

“Kalau tanpa pengadaan sarana, di tahun 2030 bisa terjadi lonjakan sampai 630 persen. Sedangkan kalau dengan pengadaan sarana baru, tingkatnya bisa ditekan menjadi sekitar 156 persen,” jelas Bobby.

Perbedaan tersebut, lanjutnya, menunjukkan urgensi penambahan armada KRL untuk menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. Dengan pertumbuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin tinggi, kebutuhan transportasi massal yang andal menjadi prioritas.

Selain menjawab lonjakan permintaan, penambahan sarana juga diharapkan mampu memperbaiki pengalaman perjalanan penumpang, terutama di koridor padat seperti wilayah Jabodetabek.

KAI menilai, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak sekarang agar sistem transportasi rel mampu mengimbangi pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Tanpa intervensi berupa investasi sarana dan prasarana, kepadatan berlebih berpotensi mengganggu keselamatan serta kualitas layanan.

Dengan proyeksi pertumbuhan penumpang yang agresif, penguatan armada KRL menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan transportasi publik di Indonesia.***