BOGOR.POJOKSATU.id - Rencana pengalihan 17.600 unit motor listrik milik Badan Gizi Nasional atau BGN kepada guru honorer mendapat dukungan dari Komisi IX DPR RI.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menilai aset yang sudah dibeli menggunakan anggaran negara sebaiknya tetap dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, motor listrik tersebut akan lebih bermanfaat apabila digunakan oleh pihak yang benar-benar membutuhkan, salah satunya guru honorer.
Ribuan motor listrik itu sebelumnya disiapkan untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Namun dalam perkembangannya, kendaraan tersebut dinilai kurang dibutuhkan untuk kebutuhan operasional program tersebut.
Karena itu, muncul rencana agar aset tersebut dialihkan pemanfaatannya kepada guru honorer. Yahya Zaini menilai, aset negara yang sudah tersedia tidak boleh dibiarkan menganggur.
Apalagi, pengadaan motor listrik tersebut menggunakan anggaran negara sehingga pemanfaatannya harus tetap memberi dampak kepada masyarakat.
Ia mendukung apabila kendaraan tersebut dialihkan kepada guru honorer, selama prosesnya dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan begitu, motor listrik tersebut tetap memiliki nilai manfaat dan tidak menjadi aset yang sia-sia.
Bagi guru honorer, kendaraan operasional bisa membantu mobilitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang harus menempuh jarak cukup jauh menuju sekolah.
Di sejumlah daerah, tidak sedikit guru honorer yang masih menghadapi tantangan transportasi untuk menjalankan tugas mengajar.
Karena itu, pemanfaatan motor listrik ini dinilai dapat menjadi salah satu bentuk dukungan nyata bagi tenaga pendidik non-ASN.***



