BOGOR.POJOKSATU.id - Latar belakang pendidikan sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional tengah menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sorotan muncul setelah diketahui beberapa pejabat di lembaga tersebut tidak berasal dari bidang pendidikan ilmu gizi, meski memimpin institusi yang berkaitan dengan kebijakan gizi nasional.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana diketahui memiliki latar belakang akademik di bidang proteksi tanaman. Ia menempuh pendidikan S1 Proteksi Tanaman di IPB University serta melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di bidang Entomologi Terapan di Jerman.

Sementara itu, Nanik Sudaryati Deyang memiliki latar belakang pendidikan S1 Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman dan melanjutkan studi magister di bidang kehutanan di Universitas Gadjah Mada.

Adapun Sonny Sanjaya disebut berasal dari latar belakang pendidikan kepolisian dan ilmu kepolisian.

Perbedaan latar belakang pendidikan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait relevansi keilmuan para pimpinan dengan tugas lembaga yang bergerak di bidang gizi nasional.

Di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan alasan pemilihan pejabat yang tidak memiliki pendidikan formal di bidang ilmu gizi untuk memimpin lembaga terkait kebijakan pemenuhan gizi masyarakat.

Meski demikian, sebagian pihak menilai kepemimpinan sebuah lembaga tidak selalu ditentukan oleh kesesuaian jurusan pendidikan semata, melainkan juga pengalaman, kemampuan manajerial, dan kapasitas dalam membangun sistem kerja lintas sektor.

Hingga kini, perbincangan mengenai latar belakang pimpinan Badan Gizi Nasional masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik, terutama di tengah pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah terkait pemenuhan gizi masyarakat. ***