BOGOR.POJOKSATU.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya harga obat di Indonesia yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia.
Menurut Budi, perbedaan harga tersebut bahkan bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dibandingkan harga obat di Malaysia. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya masalah serius dalam sistem industri kesehatan di Indonesia.
“Yang paling banyak dirasakan masyarakat adalah harga obat yang mahal. Jika dibandingkan dengan Malaysia, selisihnya bisa tiga sampai lima kali lebih tinggi,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Ia menduga tingginya harga obat tersebut tidak menutup kemungkinan berkaitan dengan praktik korupsi yang bersifat sistemik dalam ekosistem sektor kesehatan.
Untuk menelusuri persoalan tersebut, Budi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut membantu melakukan pemeriksaan terhadap sistem yang ada di industri kesehatan.
Menurutnya, sektor kesehatan melibatkan berbagai pihak yang saling berkaitan, mulai dari regulator pemerintah, rumah sakit, perusahaan farmasi, penyedia asuransi kesehatan, hingga tenaga medis.
“Jika terjadi korupsi sistemik, maka praktiknya tidak berdiri sendiri, tetapi melibatkan berbagai unsur dalam sistem industri kesehatan,” jelasnya.
Budi berharap persoalan harga obat yang tinggi dapat segera ditelusuri dan diperbaiki agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau. ***



