POJOKBOGOR.ID - Pemerintah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak pada Maret 2026.

Program ini akan dilaksanakan di 539 titik yang tersebar di 33 provinsi dan 285 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama menjelang periode peningkatan kebutuhan masyarakat.

GPM digelar untuk memastikan bahan pangan pokok tetap terjangkau, sekaligus menekan potensi lonjakan harga di pasar.

Baca Juga: Program Pembiayaan Perumahan dan Ekonomi Rakyat Segera Jalan, Ini Jadwal dan Skemanya

Digelar di 539 Titik Secara Nasional

Pelaksanaan GPM Maret 2026 dilakukan serentak di berbagai daerah dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMN pangan, distributor, hingga pelaku usaha lokal.

Komoditas yang biasanya disediakan dalam GPM antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, cabai, bawang merah, dan sejumlah bahan pokok lainnya dengan harga di bawah pasaran.

Sebanyak 539 titik pelaksanaan tersebar merata, mencakup wilayah perkotaan hingga daerah penyangga.

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Ini Daftar Hotline Darurat WNI yang Wajib Disimpan

33 Provinsi dan 285 Kabupaten/Kota Terlibat

Program ini menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, dengan total 33 provinsi dan 285 kabupaten/kota berpartisipasi aktif.

Daerah dengan jumlah titik GPM terbanyak umumnya berada di provinsi dengan jumlah penduduk besar serta tingkat konsumsi tinggi.

Beberapa wilayah yang tercatat paling banyak menggelar GPM biasanya berada di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, mengingat kepadatan penduduknya.

Selain itu, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan juga kerap menjadi daerah dengan titik pelaksanaan cukup banyak karena peran strategisnya sebagai pusat distribusi pangan regional.

Namun, pemerintah memastikan distribusi titik GPM tetap memperhatikan kebutuhan lokal dan kondisi harga di masing-masing daerah.

Fokus Stabilisasi Harga dan Pasokan

Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjaga stabilitas inflasi daerah.

Dengan intervensi langsung melalui GPM, pemerintah berupaya menekan lonjakan harga akibat faktor musiman, distribusi, maupun dinamika pasar global.

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini.

Baca Juga: Update Informasi Lokasi dan Waktu Pelayanan SIM Keliling di Kota Bogor Hari Ini

Antusiasme Masyarakat Tinggi

Pada pelaksanaan sebelumnya, GPM selalu disambut antusias masyarakat.

Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah cukup dengan harga lebih hemat.

Pemerintah daerah juga biasanya menyesuaikan lokasi pelaksanaan di area yang mudah dijangkau, seperti halaman kantor pemerintahan, lapangan terbuka, atau pasar tradisional.

Selain itu, informasi jadwal dan lokasi GPM akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah daerah agar masyarakat dapat mengetahui waktu pelaksanaannya.

Baca Juga: Kabar Baik! Kemensos Kucurkan Rp5 Juta Stimulus dan Rp3 Juta Isi Hunian untuk Korban Bencana

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tetap tertib saat mengikuti GPM dan membeli sesuai kebutuhan agar distribusi merata.

Pemerintah menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan total 539 titik di 33 provinsi dan 285 kabupaten/kota, Gerakan Pangan Murah Maret 2026 diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi warga yang ingin mengetahui lokasi terdekat, disarankan memantau pengumuman resmi pemerintah daerah masing-masing.***