BOGOR.POJOKSATU.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka kemungkinan pemberlakuan kembali kebijakan work from anywhere (WFA) guna mengantisipasi kepadatan arus mudik pada periode Lebaran 2026.

Menurut Dudy, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif untuk mengurangi penumpukan kendaraan yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dengan skema WFA, masyarakat memiliki keleluasaan dalam menentukan waktu keberangkatan menuju kampung halaman sehingga tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.

“WFA itu merupakan salah satu upaya kami untuk mengatur dan mengurai kepadatan apabila terjadi lonjakan pergerakan. Namun, penerapannya akan dilakukan setelah kami melakukan survei pergerakan orang,” ujar Dudy.

Ia menjelaskan, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan kajian dan survei terkait potensi mobilitas masyarakat menjelang libur panjang Idulfitri.

Apabila hasil survei menunjukkan proyeksi pergerakan yang tinggi dan berpotensi menimbulkan kepadatan, maka kebijakan WFA akan diberlakukan.

Dudy menegaskan, kebijakan WFA bukan hal baru dalam pengelolaan arus transportasi nasional.

Skema serupa telah beberapa kali diterapkan pada momen libur panjang, baik saat Natal maupun Idulfitri di tahun-tahun sebelumnya.

Penerapan kebijakan tersebut terbukti mampu menyebar waktu perjalanan masyarakat, karena tidak lagi terikat dengan kewajiban masuk kantor.

Dengan demikian, arus mudik dapat berlangsung lebih terkendali dan tidak menumpuk di puncak hari keberangkatan.

Pemerintah berharap, melalui kombinasi survei pergerakan dan kebijakan WFA, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. ***