BOGOR.POJOKSATU.id - Terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2025, program pemutihan pajak kendaraan bermotor di seluruh wilayah Jawa Barat resmi berakhir.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada laman sosial media Instagramnya @dedimulyadi71 .

Ia mengatakan dengan berakhirnya program pemutihan pajak kendaraan di Jawa Barat, masyarakat wajib kembali membayar pajak kendaraan sesuai aturan normal yang berlaku.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa tidak akan ada lagi program pemutihan pajak kendaraan bermotor di masa mendatang.

Oleh karena itu, bagi warga yang tidak memanfaatkan kesempatan pemutihan sebelumnya, kewajiban pembayaran pajak akan tetap berlaku penuh sesuai ketentuan.

Baca Juga: Warga Kota Bogor Dengar Nih, Pemutihan Pajak Kendaraan Masih Berlaku Sampai Akhir September 2025

Lantas bakal ada razia kendaraan besar-besaran di Jawa Barat?

Meski tidak menyebutkan akan adanya razia besar yang dilakukan, namun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan jika akan ada sanksi bagi masyarakat yang kedapatan menunggak pajak kendaraan.

"Dalam waktu tidak terlalu lama pemerintah provinsi Jawa Barat akan mengeluarkan kebijakan terhadap mereka yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor dalam bentuk sanksi yang akan kami rumuskan dalam waktu yang tidak terlalu lama," ungkapnya.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan daerah.

Baca Juga: Pemkot Bogor Optimis Bisa Dapatkan Rp60 Miliar Dalam Dua Bulan Melalui Pemutihan PBB-P2, Berikut Caranya

Dedi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jawa Barat yang taat membayar pajak kendaraan.

Kontribusi pajak tersebut terbukti mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Jawa Barat, mulai dari perbaikan dan pembangunan jalan provinsi, sistem drainase, penerangan jalan umum, hingga pemasangan CCTV untuk keamanan bersama.

"Semua fasilitas ini hadir berkat kontribusi pajak masyarakat Jawa Barat. Mari terus bergotong royong membangun daerah. Lembur diurus, kota ditata, Jawa Barat istimewa," demikian ungkapnya. ***