POJOKBOGOR.ID - Bagi sebagian warga Bogor, Taman Heulang bukan cuma soal pepohonan atau jalur jogging yang memutari taman.

Ada satu hal yang hampir selalu menjadi favorit setiap kunjungan ke taman ini yaitu jajanan yang viral.

Entah itu cilok hangat, batagor yang masih mengepul, sosis bakar dengan saus melimpah, atau sekadar kopi keliling.

Baca Juga: KOlam Renang Mila Kencana Batal Dibuka Pekan Ini, Begini Alasan Pemkot Bogor

Duduk di bangku taman sambil memegang plastik jajanan seolah sudah menjadi hal yang sering dilakukan anak muda di bogor.

Datang ke Taman Heulang tanpa jajan, rasanya seperti ada yang kurang.

Menjelang sore, suasana Taman Heulang perlahan berubah.

Baca Juga: Ngopi Sambil Menunggu Jadwal Kereta Kamu, Ini Cafe Strategis Dekat Stasiun Bogor

Warga mulai berdatangan, dari yang masih mengenakan pakaian kerja, ibu-ibu yang menggandeng anak, sampai remaja yang baru selesai sekolah atau kuliah.

Banyak yang hanya ingin duduk atau sekedar nongkrong dan ngobrol bersama teman-teman.

Di sinilah Taman Heulang punya makna lebih dari sekadar ruang hijau.

Bagi sebagian orang, taman ini adalah tempat pulang sebelum benar-benar pulang ke rumah.


Jajanan Kaki Lima yang Jadi Bagian Cerita

Keberadaan pedagang kaki lima di sekitar Taman Heulang bukan sekadar pelengkap. 

Baca Juga: Nyaman untuk Keluarga, Ini Cafe Dekat Stasiun Bogor yang Cocok Didatangi Bersama Anak

Deretan gerobak sederhana menyatu dengan obrolan pengunjung. 

Harga jajanan yang relatif terjangkau membuat semua kalangan bisa menikmati.

Di Taman Heulang, makan bukan soal kenyang, tapi soal kebersamaan.

Banyak pengunjung awalnya datang dengan niat berolahraga.

Baca Juga: Habis Olahraga di Pakansari, Ini Rekomendasi Kuliner Enak dan Murah Favorit Warga Cibinong

Jogging santai, jalan kaki mengelilingi taman, atau sekadar peregangan ringan.

Tapi niat itu sering berubah begitu aroma jajanan mulai tercium.

Bahkan, ada pengunjung yang mengaku sengaja datang sore hari justru karena tahu jajanan sedang lengkap.

Baca Juga: Bukan Sekadar Nongkrong, Ini Cafe Dekat Stasiun Bogor dengan Konsep Alam dan Heritage

Bagi para pedagang, Taman Heulang bukan hanya tempat mencari nafkah, tapi juga ruang sosial.

Mereka hafal betul jam-jam ramai, hari paling sibuk, hingga pelanggan tetap yang hampir selalu datang.

Ada pedagang yang sudah berjualan bertahun-tahun dan mengenal wajah-wajah pengunjung yang itu-itu saja.

Sapaan kecil, candaan singkat, hingga pesanan tanpa perlu menyebut menu, menjadi bagian dari hubungan yang terbangun secara alami.***