BOGOR.POJOKSATU.id - Makan malam sering kali dituding sebagai penyebab utama berat badan naik drastis. Tak sedikit orang memilih melewatkan makan malam karena takut jarum timbangan melonjak keesokan harinya.
Tapi, benarkah makan malam memang seburuk itu? Atau jangan-jangan anggapan tersebut hanya mitos belaka?
Isu makan malam dan kenaikan berat badan menjadi topik yang terus diperdebatkan, terutama di tengah tren gaya hidup sehat dan diet.
Banyak orang percaya bahwa makan di malam hari akan langsung berubah menjadi lemak karena tubuh dianggap “tidak lagi aktif”.
Namun, para ahli gizi menyebut persoalannya tidak sesederhana itu.
Bukan Soal Jam, Tapi Soal Total Kalori
Secara ilmiah, berat badan naik terjadi ketika asupan kalori lebih besar dibanding kalori yang dibakar, bukan semata-mata karena waktu makan. Artinya, makan malam tidak otomatis membuat berat badan naik jika total kalori harian masih seimbang.
Jika seseorang sarapan, makan siang, dan makan malam dengan porsi wajar serta tetap aktif bergerak, maka makan malam tidak akan langsung berdampak buruk pada berat badan.
Kenapa Makan Malam Sering Dianggap “Bersalah”?
Makan malam kerap dikaitkan dengan kenaikan berat badan karena beberapa kebiasaan yang menyertainya, seperti:
- Porsi berlebihan setelah seharian lapar
- Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula
- Makan sambil rebahan atau kurang aktivitas setelahnya
- Ngemil larut malam tanpa disadari
Kombinasi kebiasaan inilah yang lebih berpengaruh dibanding jam makan itu sendiri.
Justru Melewatkan Makan Malam Bisa Berisiko
Menariknya, melewatkan makan malam justru bisa memicu masalah lain. Rasa lapar berlebihan dapat menyebabkan:
- Makan berlebihan keesokan harinya
- Gangguan metabolisme
- Sulit tidur karena perut kosong
Bagi sebagian orang, tidak makan malam malah berujung pada kebiasaan ngemil tengah malam yang kalorinya lebih sulit dikontrol.
Makan Malam yang Dianjurkan
Para ahli menyarankan makan malam tetap dilakukan, namun dengan prinsip yang tepat, seperti:
- Porsi lebih kecil dibanding makan siang
- Pilih makanan tinggi protein dan serat
- Batasi makanan berlemak dan tinggi gula
- Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur
Dengan pola tersebut, makan malam justru membantu menjaga kestabilan energi dan metabolisme tubuh.
Jadi, Mitos atau Fakta?
Jawabannya: mitos jika dikatakan makan malam pasti bikin berat badan naik drastis. Yang lebih menentukan adalah apa yang dimakan, seberapa banyak, dan bagaimana pola hidup secara keseluruhan.
Makan malam bukan musuh, melainkan bagian dari pola makan seimbang jika dilakukan dengan bijak.
Kesimpulannya, daripada menghindari makan malam sama sekali, lebih baik fokus pada pola makan sehat dan konsisten. Tubuh tidak menghitung waktu makan, tetapi menghitung kebiasaan yang dilakukan setiap hari. ***
