POJOKBOGOR.ID - Bogor tak hanya dikenal sebagai Kota Hujan, tetapi juga sebagai salah satu surga kuliner paling lengkap di Jawa Barat.

Setiap akhir pekan, ribuan wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya memadati kota ini, bukan hanya untuk menikmati udara sejuk, tetapi juga berburu oleh-oleh khas yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran menarik dalam peta kuliner Bogor.

Baca Juga: Penjual Es Gabus yang Viral Kini Dapat Bantuan Dari KDM, Pemkab Bogor Hingga Polisi

Kuliner legendaris yang telah bertahan puluhan tahun kini harus berbagi panggung dengan jajanan viral yang meroket lewat media sosial.

Pertanyaannya, oleh-oleh khas Bogor mana yang kini paling diburu wisatawan?


Kuliner Legendaris, Rasa yang Tak Pernah Usang

Nama Bogor seolah tak bisa dilepaskan dari kuliner-kuliner klasik yang telah menjadi identitas kota.

Baca Juga: Belajar Kelola Plastik ke Jepang, Dedie Rachim Bawa Nama Kota Bogor ke Lokakarya Ekonomi Sirkuler

Toge goreng, misalnya, masih menjadi incaran utama wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa autentik Bogor.

Meski namanya “goreng”, kuliner ini justru disiram kuah tauco hangat yang khas, menciptakan rasa gurih dan unik.

Selain itu, asinan Bogor tetap bertahan sebagai primadona oleh-oleh basah.

Baca Juga: MIRIS, Penjual Es Gabus yang Viral Ternyata Sempat Ditonjok, Ditendang Hingga Disabet Menggunakan Selang!

Perpaduan sayur segar, kuah asam pedas, dan kacang membuatnya selalu relevan di lidah lintas generasi.

Tak sedikit wisatawan yang rela antre demi membawa pulang beberapa bungkus asinan sebagai buah tangan.

Di kategori oleh-oleh manis, talas Bogor masih memegang posisi kuat.

Mulai dari talas kukus hingga kue lapis talas modern, bahan pangan lokal ini berhasil bertransformasi tanpa kehilangan akar tradisionalnya.

Bagi banyak wisatawan, membawa oleh-oleh legendaris dianggap sebagai bagian dari “ritual wajib” saat berkunjung ke Bogor.


Jajanan Viral, Daya Tarik Baru Wisata Kuliner

Di sisi lain, media sosial telah melahirkan bintang-bintang baru dalam dunia kuliner Bogor.

Baca Juga: Penjual Es Gabus yang Viral Kini Dapat Bantuan Dari KDM, Pemkab Bogor Hingga Polisi

Jajanan viral bermunculan dengan konsep unik, tampilan menggoda, dan strategi promosi digital yang agresif.

Antrean panjang, konten ulasan, hingga efek FOMO membuat jajanan ini cepat dikenal luas.

Camilan kekinian berbasis keju, dessert box, roti sobek dengan isian melimpah, hingga minuman dengan kemasan estetik kini menjadi buruan wisatawan muda.

Baca Juga: Penjual Es Gabus yang Viral Kini Dapat Bantuan Dari KDM, Pemkab Bogor Hingga Polisi

Tak sedikit dari mereka yang datang ke Bogor dengan daftar jajanan viral yang sebelumnya telah disimpan dari TikTok atau Instagram.

Menariknya, banyak jajanan viral ini justru diposisikan sebagai oleh-oleh.

Meski tidak semuanya tahan lama, faktor “sedang hits” sering kali lebih kuat daripada pertimbangan kepraktisan.


Pertarungan Dua Generasi Selera

Fenomena ini menciptakan pertarungan menarik antara dua generasi selera.

Baca Juga: Penjual Es Gabus yang Viral Kini Dapat Bantuan Dari KDM, Pemkab Bogor Hingga Polisi

Wisatawan usia dewasa cenderung memilih kuliner legendaris yang telah teruji rasa dan kualitasnya.

Sementara wisatawan muda lebih tertarik mencoba sesuatu yang sedang viral dan fotogenik.

Namun, bukan berarti keduanya saling menggeser.

Justru, banyak wisatawan kini membawa pulang dua jenis oleh-oleh sekaligus: satu legendaris untuk keluarga di rumah, dan satu jajanan viral untuk dibagikan di media sosial.


Faktor Harga dan Daya Tahan

Harga dan daya tahan produk juga menjadi faktor penentu.

Kuliner legendaris umumnya memiliki harga stabil dan kemasan yang relatif aman untuk perjalanan jauh.

Baca Juga: Lowongan Strategis Dibuka, Pemkot Bogor Cari Ketua Dewas Independen Bank Kota Bogor

Ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh ke luar kota.

Mana yang Paling Diburu?

Jika ditanya mana yang paling diburu, jawabannya tergantung pada tujuan wisatawan.

Untuk kenang-kenangan dan nostalgia, kuliner legendaris masih tak tergantikan.

Baca Juga: Belajar Kelola Plastik ke Jepang, Dedie Rachim Bawa Nama Kota Bogor ke Lokakarya Ekonomi Sirkuler

Namun untuk pengalaman baru dan konten media sosial, jajanan viral jelas unggul.

Bogor akhirnya diuntungkan oleh keduanya.

Kota ini berhasil menjaga warisan kuliner tradisional sekaligus membuka ruang bagi inovasi rasa dan konsep baru.

Inilah yang membuat wisata kuliner Bogor selalu hidup dan relevan, dari generasi ke generasi.***