POJOKBOGOR.ID - Pasar Anyar Bogor hingga kini masih menjadi salah satu tujuan utama warga untuk mencari makanan dan jajanan dengan harga terjangkau.
Di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok dan menjamurnya tempat makan modern, pasar tradisional ini tetap menawarkan berbagai pilihan kuliner dengan harga ramah di kantong.
Pantauan di lapangan menunjukkan, harga makanan dan jajanan di Pasar Anyar Bogor relatif stabil dan masih bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Baca Juga: Kuliner Lawas Pasar Anyar Bogor Ini Bertahan Puluhan Tahun, Resepnya Tak Pernah Berubah
Mulai dari sarapan pagi, makanan berat, hingga jajanan pasar, semuanya tersedia dengan rentang harga yang bersaing.
Untuk kategori jajanan pasar, pembeli masih bisa menemukan aneka gorengan, kue basah, dan camilan tradisional dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah.
Jenis jajanan ini biasanya paling ramai dibeli pada pagi hari, terutama oleh warga yang hendak berangkat kerja atau sekolah.
Baca Juga: GRATIS... Ustadz Abdul Somad Bakal Isi Kajian di Masjid Raya Nurul Wathon Bogor, Catat Tanggalnya
Sementara itu, makanan berat seperti nasi uduk, nasi kuning, lontong, dan menu sejenis umumnya dijual dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi, tergantung lauk yang dipilih.
Harga tersebut dinilai masih jauh lebih murah dibandingkan harga makanan serupa di luar area pasar.
Pasar Anyar juga dikenal sebagai tempat berburu lauk siap santap dengan harga ekonomis.
Baca Juga: GRATIS... Ustadz Abdul Somad Bakal Isi Kajian di Masjid Raya Nurul Wathon Bogor, Catat Tanggalnya
Aneka lauk seperti ayam goreng, tempe, tahu, hingga olahan ikan dijual dengan harga bervariasi, menyesuaikan ukuran dan jenisnya.
Kondisi ini membuat pasar menjadi pilihan praktis bagi warga yang ingin berhemat.
Selain murah, keberagaman pilihan menjadi nilai tambah.
Dalam satu area, pembeli dapat menemukan berbagai jenis makanan tradisional dan sederhana tanpa harus berpindah tempat.
Hal ini menjadikan Pasar Anyar Bogor tetap relevan sebagai pusat kuliner rakyat.
Pedagang mengaku, penentuan harga di pasar tradisional sangat bergantung pada kondisi bahan baku.
Baca Juga: Ini Dia Cara Daftar Mudik Gratis Tahun 2026 yang Diadakan Bupati Bogor
Meski harga beberapa komoditas sempat naik, sebagian pedagang memilih menyesuaikan porsi atau menahan kenaikan harga agar tetap terjangkau bagi pembeli.
Keberadaan Pasar Anyar sebagai pusat kuliner murah juga berpengaruh pada tingkat kunjungan.
Pada jam-jam tertentu, terutama pagi hingga menjelang siang, aktivitas jual beli makanan terlihat cukup padat.
Baca Juga: 10 Proyek Bernilai Luar Biasa di Kota Bogor Bakal Segera Dilelang, Kalian Tertarik?
Pembeli datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja, pelajar, hingga ibu rumah tangga.
Dari sisi daya beli, pasar tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat menengah ke bawah.
Harga yang transparan, bisa ditawar, serta pilihan yang beragam menjadi alasan utama warga tetap berbelanja di Pasar Anyar Bogor.
Baca Juga: Pendidikan dan Jaminan Kesehatan Bakal Jadi Fokus Utama di Kabupaten Bogor Pada Tahun 2026 Ini
Dengan kondisi tersebut, Pasar Anyar Bogor tak hanya berfungsi sebagai pusat kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai solusi kuliner murah di tengah kota.
Selama harga tetap terjaga dan pasokan stabil, pasar ini diperkirakan masih akan menjadi andalan warga dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.***

