POJOKBOGOR.ID - Ramadan selalu membawa suasana berbeda di Bogor. Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai sudut kota mendadak ramai.

Jalanan dipenuhi pedagang takjil, aroma makanan manis dan gurih menyeruak, sementara warga mulai berburu hidangan pembuka puasa favorit.

Bogor dikenal memiliki ragam takjil yang bukan hanya lezat, tetapi juga ramah di kantong.

Baca Juga: Lowongan Strategis Dibuka, Pemkot Bogor Cari Ketua Dewas Independen Bank Kota Bogor

Tak heran jika setiap sore selama Ramadan, sejumlah titik penjualan takjil selalu dipadati pembeli.

Dari jajanan tradisional hingga minuman segar, berikut rekomendasi takjil favorit warga Bogor yang selalu laris manis.


1. Es Pala Bogor, Segar dan Ikonik

Es pala menjadi salah satu takjil paling khas Bogor.

Baca Juga: Penjual Es Gabus yang Viral Kini Dapat Bantuan Dari KDM, Pemkab Bogor Hingga Polisi

Minuman ini menawarkan sensasi segar dengan aroma pala yang kuat dan rasa manis alami.

Biasanya disajikan dingin dengan es batu, es pala sangat cocok untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Tak heran jika es pala hampir selalu masuk daftar belanja warga Bogor saat Ramadan. Selain menyegarkan, minuman ini juga mudah dibawa pulang dan disukai berbagai kalangan usia.


2. Kolak Pisang dan Ubi, Tak Pernah Kehilangan Peminat

Kolak tetap menjadi raja takjil di Bogor.

Baca Juga: MIRIS, Penjual Es Gabus yang Viral Ternyata Sempat Ditonjok, Ditendang Hingga Disabet Menggunakan Selang!

Perpaduan pisang, ubi, santan, dan gula aren menghadirkan rasa manis yang menenangkan.

Banyak pedagang menambahkan variasi seperti kolang-kaling atau labu untuk memperkaya rasa.

Kolak menjadi pilihan utama karena harganya terjangkau dan porsinya cukup mengenyangkan sebagai pembuka puasa.

Tak jarang, kolak habis terjual bahkan sebelum azan magrib berkumandang.


3. Kue Cucur dan Kue Tradisional Sunda

Kue cucur, nagasari, hingga kue lapis tradisional masih menjadi favorit warga Bogor.

Baca Juga: MIRIS, Penjual Es Gabus yang Viral Ternyata Sempat Ditonjok, Ditendang Hingga Disabet Menggunakan Selang!

Tekstur lembut dan rasa manis yang pas membuat kue-kue ini selalu dicari saat berburu takjil.

Keunggulan kue tradisional terletak pada rasa nostalgia yang kuat.

Banyak pembeli mengaku memilih kue ini karena mengingatkan pada suasana Ramadan masa kecil.


4. Gorengan Hangat, Favorit Sepanjang Masa

Takjil tak lengkap tanpa gorengan.

Baca Juga: Cimory Riverside Tetap Jadi Wisata Keluarga Favorit di Puncak hingga 2026, Ini Alasannya

Bakwan, risol, tahu isi, hingga pisang goreng selalu menjadi incaran.

Disajikan hangat dan gurih, gorengan cocok dipadukan dengan minuman manis.

Di Bogor, penjual gorengan biasanya mulai ramai sejak sore hari. Harganya yang murah membuat pembeli kerap membeli dalam jumlah banyak untuk keluarga di rumah.


5. Es Buah dan Sop Buah Kekinian

Selain minuman tradisional, es buah dan sop buah versi kekinian juga semakin digemari.

Baca Juga: Update Cimory Riverside Bogor 2026: Harga Tiket Masuk, Wahana, dan Jam Operasional Terbaru

Perpaduan buah segar, sirup, dan susu membuat minuman ini terasa ringan dan menyegarkan.

Takjil ini menjadi favorit terutama bagi anak muda dan keluarga yang ingin pilihan lebih modern tanpa meninggalkan kesegaran.


6. Jajanan Pasar Modern untuk Takjil

Beberapa jajanan pasar kini hadir dengan sentuhan modern.

Misalnya, kue tradisional dengan topping kekinian atau kemasan praktis.

Baca Juga: Belajar Kelola Plastik ke Jepang, Dedie Rachim Bawa Nama Kota Bogor ke Lokakarya Ekonomi Sirkuler

Inovasi ini membuat jajanan lama tetap relevan dan menarik minat pembeli baru.

Fenomena ini menunjukkan bahwa takjil di Bogor terus berkembang mengikuti selera pasar.


Titik Favorit Berburu Takjil di Bogor

Beberapa kawasan di Bogor dikenal sebagai pusat takjil Ramadan.

Setiap sore, kawasan ini dipenuhi pedagang musiman yang menawarkan aneka pilihan makanan dan minuman.

Keramaian pembeli menjadi pemandangan khas yang selalu dirindukan setiap Ramadan.

Bagi warga Bogor, berburu takjil bukan sekadar belanja makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan kebersamaan.***