POJOKBOGOR.ID - Di tengah maraknya kuliner modern seperti dessert box, croffle, hingga jajanan viral ala Korea dan Jepang, jajanan pasar tradisional Indonesia tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Salah satu rahasia di balik kelezatan dan tekstur khas jajanan pasar tersebut adalah penggunaan tepung hunkwe sebagai bahan utama.

Tepung hunkwe, yang berasal dari sari kacang hijau, telah digunakan sejak lama dalam berbagai jenis jajanan pasar.

Baca Juga: BLK Kota Bogor Tetapkan SOP Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Ciptakan Lingkungan Pelatihan yang Aman, Nyaman dan Bermartabat

Teksturnya yang lembut, kenyal, dan ringan menjadikan tepung ini bahan favorit untuk menciptakan kue-kue tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga mengenyangkan.

Meski zaman terus berubah, jajanan berbahan tepung hunkwe justru tetap eksis dan bahkan kembali naik daun berkat tren kuliner nostalgia.


Tepung Hunkwe, Bahan Sederhana dengan Sejarah Panjang

Tepung hunkwe dikenal luas dalam dunia kuliner Nusantara, terutama pada jajanan pasar khas Jawa, Sumatra, hingga Betawi.

Baca Juga: 7 Menu Sarapan Paling Diburu di Bogor Saat Akhir Pekan, Datang Siang Bisa Kehabisan

Berbeda dengan tepung tapioka atau tepung beras, hunkwe memiliki karakter tekstur yang lebih halus dan transparan ketika dimasak, sehingga menghasilkan tampilan kue yang cantik dan menggugah selera.

Dalam sejarahnya, tepung hunkwe menjadi pilihan karena mudah diolah, terjangkau, dan cocok dipadukan dengan bahan alami lain seperti santan, gula merah, pandan, serta kelapa parut.

Kombinasi inilah yang membuat jajanan pasar berbahan hunkwe memiliki cita rasa khas yang sulit tergantikan oleh bahan modern.


Deretan Jajanan Pasar Legendaris dari Tepung Hunkwe

Berikut beberapa jajanan pasar berbahan tepung hunkwe yang tetap bertahan dan masih mudah ditemukan hingga sekarang.

Baca Juga: 7 Menu Sarapan Paling Diburu di Bogor Saat Akhir Pekan, Datang Siang Bisa Kehabisan

1. Kue Lapis

Kue lapis menjadi salah satu ikon jajanan pasar yang paling populer.

Teksturnya kenyal berlapis-lapis dengan warna menarik berasal dari campuran tepung hunkwe, santan, dan gula.

Kue ini sering hadir dalam berbagai acara keluarga, hajatan, hingga sajian pagi di pasar tradisional.

Kelezatan kue lapis tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga filosofi kesabaran dalam proses pembuatannya yang harus dilapis satu per satu.


2. Kue Talam

Kue talam dikenal dengan perpaduan rasa gurih dan manis yang seimbang.

Baca Juga: 7 Menu Sarapan Paling Diburu di Bogor Saat Akhir Pekan, Datang Siang Bisa Kehabisan

Bagian bawahnya biasanya manis dengan aroma pandan atau gula merah, sementara bagian atasnya gurih dari santan kental.

Tepung hunkwe berperan penting dalam menciptakan tekstur lembut yang lumer di mulut.

Kue ini menjadi favorit lintas generasi karena rasanya ringan dan tidak membuat enek.


3. Ongol-Ongol

Ongol-ongol merupakan jajanan pasar sederhana berbentuk kotak kecil dengan taburan kelapa parut.

Baca Juga: BLK Kota Bogor Tetapkan SOP Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Ciptakan Lingkungan Pelatihan yang Aman, Nyaman dan Bermartabat

Dibuat dari tepung hunkwe dan gula merah, jajanan ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis legit yang khas.

Meski tampilannya sederhana, ongol-ongol justru menjadi bukti bahwa jajanan tradisional tidak membutuhkan tampilan mewah untuk memikat penikmatnya.


4. Cendol

Minuman tradisional yang satu ini juga tak lepas dari peran tepung hunkwe.

Baca Juga: Mall-Mall Baru Bermunculan, Bogor Alami Perubahan Wajah Kota yang Signifikan

Cendol dibuat dari adonan tepung hunkwe yang dicetak memanjang dan disajikan dengan santan serta gula aren cair.

Kesegaran cendol menjadikannya tetap populer, terutama di tengah cuaca panas.

Hingga kini, cendol masih menjadi minuman favorit yang mudah ditemukan di pasar, pinggir jalan, hingga festival kuliner.


5. Kue Hunkwe Pelangi

Kue hunkwe pelangi menjadi salah satu jajanan yang kerap membangkitkan nostalgia masa kecil.

Dengan warna-warni cerah dan rasa manis lembut, kue ini sering dijajakan dalam potongan kecil di pasar tradisional.

Baca Juga: Kuliner Sarapan Favorit Warga Lokal Bogor, Bukan Tempat Wisata Tapi Selalu Ramai

Popularitasnya sempat meredup, namun kini kembali diminati berkat tren makanan tradisional yang dikemas lebih modern.


Mengapa Jajanan Hunkwe Tetap Digemari?

Ada beberapa alasan mengapa jajanan pasar berbahan tepung hunkwe masih bertahan hingga sekarang.

Pertama, rasa yang familiar dan autentik.

Baca Juga: Kuliner Sarapan Favorit Warga Lokal Bogor, Bukan Tempat Wisata Tapi Selalu Ramai

Jajanan ini mengingatkan banyak orang pada masa kecil dan momen kebersamaan keluarga.

Kedua, tekstur yang unik. Tepung hunkwe menghasilkan tekstur kenyal dan lembut yang berbeda dari tepung lainnya, membuat jajanan terasa ringan namun memuaskan.

Ketiga, harga yang terjangkau.

Baca Juga: Mall-Mall Baru Bermunculan, Bogor Alami Perubahan Wajah Kota yang Signifikan

Dibandingkan camilan modern, jajanan pasar berbahan hunkwe relatif murah dan ramah di kantong.

Keempat, fleksibel mengikuti zaman.

Banyak pelaku UMKM kini mengemas jajanan hunkwe dengan tampilan lebih modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.***