POJOKBOGOR.id – Mau sehat tapi malas bergerak? Itulah masalah klasik yang masih menghantui warga Kota Bogor.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat, tiga penyakit yang sama terus berulang setiap tahun yakni hipertensi, obesitas, dan minim aktivitas fisik.
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, menyebut data Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 cukup bikin geleng kepala.
Dari hasil pemeriksaan, tercatat 19,09 persen warga menderita hipertensi, 13,54 persen obesitas, 10,02 persen overweight, dan yang paling tinggi: 95,06 persen warga kurang bergerak.
“Ini bagian dari Penyakit Tidak Menular (PTM), tapi jadi tantangan besar di Kota Bogor,” kata Retno, Jumat (26/9/2025).
Faktor pemicunya cukup sederhana yaitu warga jarang kontrol kesehatan, pola makan sembarangan, ditambah stigma soal obat jangka panjang.
Banyak yang takut minum obat rutin karena khawatir merusak ginjal, padahal justru penting untuk pencegahan.
Untuk itu, Retno mendorong masyarakat agar rajin cek kesehatan minimal di Puskesmas.
Semua fasilitas di Kota Bogor, katanya, sudah standar dan siap memberikan edukasi.
“Kolaborasi lintas sektor jadi kunci mengendalikan PTM dan meningkatkan kualitas hidup,” tegasnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pun meminta camat dan lurah aktif mengajak warga.
Data medis dari masyarakat dianggap penting untuk menentukan arah kebijakan kesehatan ke depan.
Jadi, daripada sibuk minum kopi manis sambil rebahan, mungkin saatnya warga Bogor mulai jalan pagi, rutin cek kesehatan, dan lebih sayang sama tubuhnya sendiri.




