POJOKBOGOR.id - Tokoh warga Gunung Batu, Kota Bogor, menyampaikan curahan hati terkait masalah hunian warga kurang mampu kepada Cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra, saat acara dialog Ngariung Sehat pada Jumat (18/10/2024).

Yanti, Ketua RT 02 RW 03 Gunung Batu, mengungkapkan bahwa program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sering salah sasaran.

Menurutnya, program tersebut justru diberikan kepada orang-orang yang memiliki sertifikat rumah, sementara warga kurang mampu yang benar-benar membutuhkan malah terabaikan.

"Keluhan yang saya terima itu warga yang kurang mampu dan nggak punya hunian. RTLH dari pemerintah malah diberikan pada orang yang punya sertifikat," ujar Yanti.

Ia juga menambahkan bahwa masalah hunian bagi warga pinggiran Kota Bogor jarang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Banyak dari mereka terpaksa mengontrak dengan penghidupan yang sulit.

"Dari keluhan selama ini, mudah-mudahan Dokter Rayendra, jika jadi Wali Kota Bogor, punya program dan perhatian untuk menyelesaikan masalah kami. Soalnya, yang udah-udah mah nggak ada yang serius mengatasi keluhan kami ini," lanjut Yanti dengan harapan.

Mendengar keluhan tersebut, Dokter Rayendra terlihat geram. Ia menegaskan bahwa ini bukan kali pertama ia mendengar masalah serupa.

"Kemarin di Bondongan juga sama. Mereka bilang, 'Dok, rumah saya bocor, beli asbes saja nggak bisa.' Mereka sudah lama mengajukan bantuan, tapi belum ada solusi serius," ungkap Dokter Rayendra.

Sebagai doktor lulusan S3 IPB University, ia menyatakan tekadnya untuk menghadirkan solusi bagi warga kurang mampu.

Selama hampir dua tahun berkeliling Bogor, Dokter Rayendra menemui banyak warga yang mengontrak dan bahkan tunawisma.

"Bayangkan, kalau warga kurang mampu ngontrak sebulan sejuta, itu pasti berat," katanya.

Ia juga menyatakan akan mencari sistem yang tepat untuk menyediakan hunian layak bagi warga Bogor yang membutuhkan.

Menurutnya, ada banyak solusi yang bisa diambil pemerintah, asal memiliki komitmen yang jujur untuk menyelesaikan masalah ini.

"Dalam konteks penyediaan hunian, kita bisa mempertimbangkan cicilan untuk warga kurang mampu atau kebijakan lain yang lebih adil dan manusiawi. Tapi, tentunya kita harus menganalisis lebih dalam bagaimana cara menyelesaikan masalah ini," pungkas Dokter Rayendra.***