POJOKBOGOR.id - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis yang terdampak longsor beberapa waktu lalu kembali menghadapi kendala.

Warga yang lahannya terkena proyek pembebasan belum sepakat dengan nilai ganti rugi yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, hingga saat ini warga yang lahannya akan dibebaskan masih bertahan dengan harga yang diinginkan.

Meski begitu, ia memastikan bahwa Pemkot Bogor terus melakukan komunikasi dengan warga, termasuk menjelaskan perihal nilai apraisal sudah tersedia.

”Kita harus memastikan bahwa pemilik lahan itu mau melepas,” ujarnya, Minggu 14 Desember 2025.

Ia juga optimistis, kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat, mengingat pembangunan trase baru ini untuk kepentingan masyarakat.

Menurut dia, kepentingan umum ini seharusnya menjadi pertimbangan utama, dan pemilik lahan bisa memahami situasi ini.

Apalagi, pembangunan trase ini penting karena akan menghubungkan tujuh kelurahan di wilayah Bogor Selatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

”Jalan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi mobili­tas masyarakat di kawasan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, mantan pegawai Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) ini membantah soal harga yang diajukan pemilik lahan terlalu tinggi.

Namun, ia mengatakan, pemerintah memiliki patokan dari kantor jasa penilai publik (KJPP).

”Boleh saja mereka (pemilik lahan) mengajukan angka, tetapi patokan pemerintah daerah itu dari KJPP, ada apraisalnya,” ucapnya.

Meski begitu, ia tidak hafal berapa angka apraisal yang diajukan Pemkot. ”Kalau total anggaran pembebasan lahan untuk trase kurang lebih di bawah Rp 20 miliar,” katanya.