BOGOR.POJOKSATU.id - Kebiasaan membiarkan charger ponsel atau perangkat elektronik tetap menancap di stopkontak meski tidak digunakan masih sering dianggap sepele oleh banyak orang.
Padahal, menurut para teknisi listrik, kebiasaan kecil ini bisa berdampak pada konsumsi listrik rumah tangga dalam jangka panjang.
Meski tidak sedang mengisi daya, adaptor charger yang masih terhubung ke aliran listrik tetap menyerap energi dalam jumlah kecil. Fenomena ini dikenal sebagai standby power atau phantom load.
Jika dibiarkan terus-menerus, akumulasi konsumsi listrik tersebut berpotensi membuat tagihan listrik membengkak tanpa disadari.
Para teknisi menilai, mencabut charger dari stopkontak bukanlah bentuk kepanikan berlebihan, melainkan kebiasaan sederhana yang memberikan banyak manfaat.
Selain membantu menekan pemakaian listrik, langkah ini juga dapat memperpanjang usia charger itu sendiri.
“Charger yang terus terhubung ke listrik meski tidak digunakan akan tetap mengalami panas dan tekanan arus. Dalam jangka panjang, ini bisa mempercepat kerusakan adaptor,” ungkap salah satu teknisi listrik.
Tak hanya soal efisiensi energi, aspek keselamatan juga menjadi alasan penting. Charger yang dibiarkan menancap berisiko mengalami korsleting, terutama jika kualitas adaptor rendah atau instalasi listrik di rumah sudah tua.
Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan dapat memicu percikan api atau kebakaran. Untuk menghindari kerepotan mencabut adaptor satu per satu, masyarakat disarankan menggunakan stopkontak yang dilengkapi sakelar.
Dengan fitur ini, pengguna cukup mematikan sakelar setelah selesai mengisi daya, sehingga aliran listrik terputus tanpa harus mencabut charger dari colokan.
Cara ini dinilai lebih praktis, terutama bagi mereka yang sering lupa atau merasa malas mencabut charger. Selain aman, penggunaan stopkontak bersakelar juga membantu membangun kebiasaan hemat energi di rumah.
Langkah sederhana seperti mematikan sakelar atau mencabut charger memang terlihat kecil. Namun jika diterapkan secara konsisten, kebiasaan ini dapat membantu menekan pengeluaran listrik bulanan, menjaga perangkat elektronik lebih awet, serta meningkatkan keamanan rumah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik rumah tangga, kesadaran akan kebiasaan kecil seperti ini menjadi penting.
Karena penghematan energi tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar, tetapi dari kebiasaan sehari-hari yang sering luput dari perhatian. ***



